Kamis, 23 Oktober 2014

Siapakah?

Siapakah Kakak...

Beberapa teman bertanya, Siapakah kakak? kenapa puisi nya melulu tentang kakak, kenapa kalau bikin status suka ada kakak?
Pertanyaan yang menggelitik, dulu, sewaktu kecil, ketika bermain kita punya seseorang dalam khayalan, banyak sekali orang yang ada dalam khayalanku itu, seolah-olah mereka memang ada dan menemani sepanjang waktu.
Hingga saat ini, yang jelas ku ingat orang dalam khayalanku itu ada 5. Itu yang aku ingat saja, ada beberapa yg lupa, saking melekatnya dalam alam bawah sadar, kakak selalu ada hingga kini, seakan menemaniku membuat puisi atau sekedar menemaniku melihat bintang malam-malam..
Selain kakak, ada Daun yg selalu menemaniku saat membuat beberapa baju.. Daun adalah desainerku dalam khayalan...
Gila??? Tentu saja tidak, amit-amit deh :D
Cuma khayalan masa kecil yang sayang untuk di tinggalkan..
Tugas mereka berbeda,
Kakak, paling jago dalam membuat karya sastra..
Daun, pintar mendesain baju, membantuku setiap menyelesaikan jahitan..
Ada laming,mamiju,dan sandri.. ketiganya perlahan hilang dari hidupku..tapi namanya selalu ada di alam bawah sadarku :D

Posting gak penting.. sekedar membunuh penasaran teman-teman yang penasaran sama tokoh kakak..

salam pagi dari kakak

Aku coba berlari namun daya tak sampai.
Aku coba merayap dengan sekuat jemari-jemari
urat-urat mengawat namun daya tak sempurna.
Aku berlari mencari celah dimana akan ada ku temukan secercah cahaya, namun sulit bagiku.
Aku merayap, sesekali kulihat setitik cahaya namun sangatlah jauh...tanpa ku gapai semua semu.
Cahaya itu sukar ku dapatkan sesekali ada dihadapan namun terasa sangatlah jauh...tanpa ku petik.
Genggaman sangatlah kian menjauh...
kesempurnaan tiada batas....hanyalah yang ku peroleh.
terima kasih TUHAN, semoga kau berikan aku sekali lagi untuk menikmati hidup dan memperoleh cahaya.

Dia mengeluh seribu eluhan.
Dan berharap dengan seratus harapan.....DO'a.
Bercerita tentangnya, dan nya...
Puluhan , Ratusan , Jd pendengar bahkan merekapun bertujuan mencapai harapan.
Waktu kian demi kian melaju tenang hingga deras.
Kemana arah yang tertuju berharap...dengan sebuah harapan satu dari seribu.
Tuhan.para nabi.para kiai.para sahabat.dan mualimin ibu rama dari seorang wali.
Keringat .tekad.keinginan...
Semua...harapan semoga tak terlupa.
Kutipan demi kutipan terlukis tanpa syarat.
Bukan nyanyian untuk sekedar meredam kepiluan.
atau pujangga yang menangis mengemis belas kasihan...
Sekedar mengutip hanya namun bukan cerita di jalan juang.
Semoga saja jalan itu tak sekedar jadi tema LUPA.
Mengejar,membungkam, bercerita,lalu pedih tersayat senjata sendiri.
Berlari, bermimpi, mencapai...sebuah rasa yang lahir dr kepedihan.
Pernahkah bertanya?
pernahkah terhiburkan?
pernahkah temani sepi di taman sebelah sekolah tua?
dan pernahkah menginginkan sesuatu yang tak d harapkan jd sebuah harapan?
.....yang terlupakan.
Yang terabaikan.
Yang terbuang dan tercabikan.
Tanpa kata tanya?

Senin, 13 Oktober 2014

Selamat datang di dunia,sayang!

Aku telah lama menunggumu,
Melintasi hujan, dan tertiup hembusan badai...
Terbakar matahari dan terhempas diantara lautan debu,
Berjalan lurus, diantara ribuan pertanyaan tentang kabar kedatanganmu yang samar, bahkan sama sekali tak terdengar..
Pipiku menjadi sungai, airnya adalah air mata yang tak pernah kering.
Sejumput kesabaran, bahkan tangis yang tertahan menemani hari hariku...

Tak pernah ku duga, kemarau yang begitu panjang ini membawa kabar tentangmu..
Kau hadir, memecah bongkahan es yang setinggi gunung...
Menghapus lara...
Memenggal duka..
Selamat datang di dunia sayang,
Tumbuhlah selalu menjadi anak yang membanggakan..
Terimakasih sudah hadir di hidupku...
Untuk saat ini dan untuk selamanya.

Selasa, 23 September 2014

Kau dan Gairahmu yang tak lagi Bisu

Kau melesat tanpa kecepatan...
Dengan sepasang sayap kecil,tepat diatas punggungmu...
Mengejar jutaan kupu-kupu..
Dan mengikuti jejak cahaya kunang-kunang...
Kau selalu bilang,kesendirian adalah hidupku...
Penat adalah sahabatku...
Dan gairah telah lama bungkam..membisu enggan hanya sekedar ucapkan hallo.
Malam demi malam kau telusuri,
Menyapu udara dengan senyap...
Menyelami cuaca dengan pengap...
Dan ketika angin-angin itu berhembus,
Menembus setiap celah..menusuk tepat di jantungku...
Dengan tombak yang kau buat atas nama gairah...
Sel-sel yang telah lama tertidur lelap,
Kini terbangun dengan sumringah...
Menyambut gairahmu yang tak lagi bisu.. 

cerita aaaahhhhhhh



Hari ini tiba-tiba diserang penyakit jenuh,jenuh menjalani rutinitas seperti biasanya,semangat menggebu untuk menyelesaikan satu potong kemeja pun tak kudapatkan,efek cuaca panas dan Angin yang bikin kulit kering (hehe nyalahin Alam,males mah males aja cel)

kata orang,kalo jenuh harus melakukan hal yang baru.Baiklah aku akan mencoba hal-hal baru.
Atau setidaknya melakukan hal-hal yang sudah lama tidak dilakukan,seperti misalnya nonton,ya nonton tv...nonton film,sempat lupa bagaimana caranya menonton sebuah film saking lama nya gak nonton film(lebay gilaa)..
Gak tau film yang lagi hits film apa,film terbaru film apa,emang dasar gak antusias buat nonton tidak seantusias suamiku kalo soal film.Jadilah kemarin aku bongkar kardus yang blm sempat terjamah pasca pindahan,ya...tepat isinya DVD yang film2nya udah kedaluwarsa....diliat satu-satu diinget-inget lagi tuh film rame apa enggak,bikin santai apa malah bikin tegang,kan niat nya mau refresh otak bukan malah bikin otak tegang mikirin tuh film hehe...
Akhirnya,mataku tertuju pada sebuah dvd,bergambar satu keluarga dan berpakaian jaman purba....film apa hayooo.....
Yups...betul,film the croods.Baru liat cover nya aja aku udah senyum,senyum geli :) apa lagi di tonton.
Baiklah mari aku ulas sedikit tentang film ini


Alur cerita

Eep (Emma Stone) adalah seorang remaja perempuan dalam sebuah keluarga manusia gua yang hidup pada pada zaman pra-sejarah. Keluarganya merupakan salah satu dari sedikit yang mampu bertahan hidup, terutama berkat peraturan ketat dan over protektif yang diterapkan ayahnya, Grug (Nicolas Cage). Di dalam gua tempat tinggal mereka, Grug selalu menceritakan sebuah kisah kepada keluarganya, yaitu istrinya Ugga (Catherine Keener), anak perempuannya Sandy, anak lelakinya Thunk (Clark Duke), dan mertuanya Gran (Cloris Leachman). Ia bercerita tentang karakter yang memiliki rasa ingin tahu yang mirip dengan Eep, guna memperingati keluarganya bahwa penjelajahan dan 'hal baru' merupakan ancaman bagi keberlangsungan hidup mereka. Hal ini semakin menyakiti hati Eep yang sudah bosan. Setelah semua anggota keluarga tertidur, Eep pergi meninggalkan gua saat ia melihat cahaya yang bergerak di luar gua. Hal ini tentunya bertentangan dengan nasihat ayahnya.Saat mencari sumber cahaya, ia bertemu dengan Guy (Ryan Reynolds), seorang remaja manusia gua yang cerdik dan berdayacipta. Pada mulanya Eep menyerang Guy karena penampilan anehnya. Namun kemudian ia justru terpesona dengan api yang dibuat oleh Guy. Eep kemudian meminta Guy untuk mengajarinya membuat api. Guy juga memberitahu Eep perihal teori pribadinya bahwa dunia sedang menuju 'akhir' dan meminta Eep agar bergabung untuk bersama-sama menyelamatkan diri, namun Eep menolak ajakan tersebut. Sebelum pergi, Guy memberikan Eep sebuah kerang yang bisa ia tiupkan jika membutuhkan bantuan darinya. Eep kemudian berhasil ditemukan oleh Grug, yang terbangun dan mencari-cari dirinya. Grug pun marah atas tindakan yang dilakukan oleh Eep. Grug akhirnya membawa Eep kembali ke rumah dan langsung bergabung kembali dengan anggota keluarga lainnya. Eep memberitahu mereka tentang pertemuannya dengan Guy dan menunjukkan kerang yang diberikan kepadanya, yang langsung dihancurkan seketika oleh keluarganya yang memiliki ketakutan terhadap 'benda baru'. Kemudian sebuah gempa bumi terjadi, membuat mereka semua lari ke dalam gua, namun tiba-tiba dihalangi oleh Grug sebelum gua tersebut hancur. Mereka pun lari menghindari reruntuhan batu gunung di sekeliling mereka dan secara tidak sengaja mendarat di sebuah daerah yang dipenuhi oleh tumbuhan, jauh berbeda dengan lingkungan mereka sebelumnya. Grug pun memimpin keluarganya memasuki hutan untuk menemukan gua baru.Keluarga ini pun dikejar oleh "Macawnivore" (seekor machairodontbesar berwarna mirip makaw yang kelak dipanggil 'Chunky') dan diserang sekawanan "Piranhakeets" (burung merah, buas nan mematikan sepertipiranha). Panik, Eep membunyikan menemukan sebuah gading yang suaranya mirip dengan kerang yang pernah diberikan oleh Guy. Guy mendengar permintaan tolong ini dan bersegera menuju tempat Eep berada. Sambil berpikir cepat, ia membuat sebuah obor api yang mampu menakuti burung-burung tersebut. Anggota keluaraga Crood yang lain terpesona dengan kehadiran api, yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Mereka pun mencuri obor Guy dan, akibat kecerobohan, muncul kebakaran besar disekeliling mereka, yang membuat jagung raksasa terbakar dan terbang ke langit bak sebuah roket, yang kemudian menghasilkan pemandangan layaknya kembang api. Setelah terkesan dengan kecerdikan dan 'ide' Guy, Grug memasukkan Guy ke dalam sebuah batang kayu pohon untuk mengangkutnya , seraya mengusulkan bahwa mereka akan mencari gua di gunung terdekat yang disebutkan oleh Guy. Guy pun dipaksa menunjukkan jalan dan belajar cara hidup keluarga Croods, yang ia anggap aneh.Setelah gagal dalam berburu dengan cara biasa, Guy, kukang "peliharaanya" Belt (Chris Sanders), dan Eep membuat sebuah boneka untuk mengelabui dan menjebak binatang buruan mereka. Setelah berhasil menjerat buruan mereka, keluarga tersebut langsung mengerebungi dan menghabiskan hasil buruan tersebut. Grug kemudian kembali bercerita dengan kisah pematah-semangat miliknya, sesuai dengan kejadian yang mereka alami hari tersebut. Namun, Guy berhasil menandinginya dengan menceritakan kisahnya tentang sebuah surga yang ia sebut "Hari Esok".Keesokan harinya, keluarga tersebut tiba di sebuah jalur yang tanahnya ditutupi oleh batu-batu tajam. Grug, Thunk, dan Gran yang tak beralas kaki, pun tertusuk kesakitan saat mencoba berjalan di atasnya. Guy pun dengan leluasa memperkenalkan mereka salah satu hasil penemuannya yang dinamakan sepatu. Ia pun membuatkan sepatu untuk masing-masing anggota keluarga Croods dari bahan-bahan yang ia bisa temukan di sekitarnya. Hal ini kontan membuat dirinya mulai mendapatkan rasa kagum dan hormat dari anggota keluarga Croods kecuali dari Grug, yang merasa cemburu dan iri dengan kecerdikan Guys. Setelah beberapa ide yang dilontarkan Guy terbukti bisa membantu mereka mengarungi perjalanan dengan lancar, satu persatu anggota keluarga ini pun mulai bisa mendapatkan ide sendiri. Ugga, Gran, dan Sandy mendapatkan ide pertama mereka saat berhasil melewati tanaman karnivora dengan cara bersembunyi dibalik kelopak bunga. Thunk berhasil mengelabui dan kemudian menjadi teman dari seekor anjing-buaya yang ia namai Douglas. Hubungan Eep dan Guy pun semakin akrab, sementara Grug justru tersesat dan tersendat di jurang sampai akhirnya Ugga datang menjemputnya. Keesokan harinya, Grug berusaha memamerkan beberapa idenya agar terlihat secerdik Guy. Namun ide-ide tersebut gagal total dan justru berubah menjadi ajang mempermalukan diri. Setelahnya, mereka pun melanjutkan perjalanan dan akhirnya tiba di gunung. Di sini, Grug tak bisa meyakinkan para anggota keluarganya, yang mulai terbiasa dan senang dengan cara kehidupan yang baru, untuk menjadikan gua yang baru mereka temukan sebagai tempat tinggal. Marah dengan penolakan keluarganya, ia pun menyerang Guy yang ia anggap sebagai biang keladi atas perubahan sikap keluarganya. Bukannya berkelahi, mereka berdua justru terjebak di lautan aspal. Seketika Guy pun bercerita bahwa keluarganya meninggal akibat tenggelam dalam cairan hitam tersebut. Ia juga teringat akan kata-kata terakhir keluarganya yang kemudian memberikan inspirasi terhadap teori "Hari Esok" miliknya. Hati Grug pun luluh dan sontak mengubah pandangannya terhadap Guy. Ia dan Guy pun bekerjasama mengelabui Chunky agar mereka berdua terbebas dari jeratan aspal.Saat mereka sudah hampir tiba di tempat tujuan, terjadi sebuah gempa yang membuat jurang dalam, memisahkan mereka dan tempat tujuan. Setelah hampir putus asa, Grug kemudian memutuskan untuk melempar mereka satu persatu melintasi jurang. Pada saat giliran melempar Eep, Grug berdamai dengan anak perempuannya tersebut dalam pelukan pertama mereka. Grug kemudian melempar Eep ke seberang jurang dan pergi meninggalkan keluarganya. Ia pun masuk dan berlindung di sebuah gua dan berhasil membuat obor pertamanya. Setelah melihat sebuah permukaan batu yang kosong, ia melukis sebuah lukisan gua berukuran besar yang menggambarkan anggota keluarga Croods dan Guy. Ia kemudian melawan Chunky, yang tiba-tiba menyerangnya, hingga obor Grug padam dan membuat panik mereka berdua. Chunky yang ketakutan, akhirnya menjinak di hadapan Grug, yang saat itu mendapatkan ide bagus pertamanya. Menggunakan sebuah rangka rusuk berukuran besar, aspal dan obor, Grug berupaya untuk memanfaatkan Piranhakeets agar mengangkut dirinya, Chunky, Douglas, dan beberapa hewan lainnya agar sampai ke seberang jurang, menghindar dari gempa susulan yang lebih besar.Grug, bersama keluarga dan para binatang, akhirnya tiba di sebuah lingkungan yang amat indah dan menakjubkan. Grug pun kemudian mengendurkan sikap protektifnya dengan memperbolehkan keluarganya untuk bertualang dan berani mengambil resiko, yang akhirnya membawa kebahagaiaan bagi mereka semua.

sssttttt.....alur cerita itu aku dapat copas dari wikipedia loh....
aku gak pintar menjabarkan sebuah cerita. :D
daaan bosan pun hilang,rasa suntuk tergantikan oleh rasa senang setelah menonton film ini,

dan film ini mengingatkanku pada ayah,bukaaan bukan karena ayah mirip Grug,tapi sosok ayah selalu melindungi putrinya,termasuk ayahku kepadaku..seperti grug kepada eep juga..


Senin, 22 September 2014

untaian kata

Bungkam sedikit bicara
Cerita menepis segala gundah
Mmmm sepi waktu
Berlari memacu menjuntai tanpa asa
Menggenggam kedua tangan meremas kuat.
Mengarang.menghembus napas...dan
Katapun usai...
Air kehidupan entah...
Kapan berujap berulang lagi.
Sampai angan tiba jua.

tidak diberi judul

Lelaki itu berjalan menuju sebuah halte
Dilihatnya hujan menulis kenangan
arloji rindu menunjuk angka senja
berjalan mencari sisa siang di gelas kopi di dalam rumah mu
tertawa membuang sedih di lantal-lantai yang penuh potongan kain bekas jaitmu inilah senja , dan inilah sosok dunia kita sayang ....
Rintik jendela berjalan keringkuhan, mendayu di atas daun
yang mengering di ranting-ranting jalan.
air menggenang berupa ruh yang menempati hutan bening belantara
tersendat hujan , mengeringkan ngilu surga yang terbakar oleh senja ...
Awan berabu
mengering tertiup angin yang bersembunyi di tali sulur ubi ungu
tali yang memeluk nyawa dan bergelang saraf
menjuntai sepanjang gerai rambutmu
di intai oleh pencuri sajak yang berdiri di genangan airmata
berderai disetiap titik senyum sketsa ..
Sementara mesin jahit yang kau jalankan
yang tak berhasil diselesaikan senja yang menyisakan potongan kain ditubuh puisi
himne kematian hati yang meniru gasing bersama purnama yang menanggalkan sinar kuning sinar kuning gading.
Dilain tempat
puisi sang kakak mulai tumbuh di sela duri-duri kelopak mata yang berwarna lelah
rinduku menggigil dan memerih
sepanjang hujan luruh bersama gerimis yang malang
Akhirnya dingin mengundang senyap
mengering diremuk angin yang mulai terlelap
sementara laba-laba hijau memintal jaring biru yang berubah menjadi kelambu kamarku
dan puisi ini telah lepas di ujung langit bersama daun daun yang tak juga mekar
bunga kamboja membuncah melayarkan sesal dan menggaibkan bayangan berbaju putih yang bersandar di dinding tembok
kecemburuanku tak kunjung usai
padamu yang bersama dengan kemesraan yang menculik aroma harum yang menafasiku
lantas aku mengasingkan dari keriuhan setelah dipinang pelepah hatimu dari genangan paru-paru.

Kamis, 18 September 2014

Short Story, CERMIN

CERMIN

Dia berdiri terpaku, menyaksikan bayangannya sendiri, lalu membuka sebuah cepuk berisi sesuatu yang padat dan penuh warna, tangannya yang ceking dan berurat menggenggam kuas kecil dan mulai mengayunkan kuasnya lalu menyapukan kuas itu diatas pipinya yang dicekungkan.
Rambut kecil seperti ulat ia tempelkan di atas kelopak matanya,tepat di tempat bulu matanya yang pendek dan kasar,dan benda itu adalah bulu mata sintetis yang dengan mudah bisa didapat di toko-toko kosmetik.Matanya mengerling genit,kini sandy sudah tidak tampan lagi,karena menjelma menjadi sandy yang cantik dan menor.
Sandy membuka laci lemari,mengambil hairclip sepanjang 60 cm berwarna hitam kebiruan,memasangnya dengan cekatan pada rambutnya,ia kembali mengerling,kembali melihat cermin yang memantulkan sosok cantiknya.

Menyambar korek api,lalu menyulut sebatang rokok yang dikepit mulut monyongnya,gincu yang semerah darah menempel di ujung filter rokok,lalu sandy kembali melirik tajam cermin seolah menghakimi dirinya yang sedang menghirup rokok dalam-dalam.

Kembali ia melanjutkan aktivitasnya,menyemprotkan minyak wangi di setiap jengkal tubuhnya,termasuk di kedua ketiaknya,ketiak yang licin nyaris tanpa bulu.
sepasang stoking memeluk erat kaki sandy,mulai dari telapak,hingga nyaris ke pangkal paha.
Sandy kembali mengerling,melirik bayangannya yang kian menarik..
diraihnya stoking yang lain,dipintal lalu disumpalkan ke dadanya,Sempurna,Sandy semakin cantik dengan dada membusung.
sentuhan akhir ia mengalungkan aksesoris manik beraneka warna di lehernya,memasangkan sepasang anting-anting yang senada dengan kalung.
Sandy kembali mengerling,melihat dirinya sendiri di cermin,merasa bangga akan kecantikan yang terpancar.
Sandy maraih clutch bag hitamnya,lalu mengempitnya,tangan satu nya dengan cekatan memasangkan stilleto hitam di kedua kakinya,
Lagi-lagi sandy mengerling,melihat keseluruhan dirinya di cermin.Bibirnya mengembang,tersenyum puas...
tak ada sisa-sisa kejantanan yang terpancar dalam tubuhnya,Sandy telah berubah sepenuhnya menjadi sandy yang cantik.
Sandy menyiapkan tali tambang di atas ranjang,sebuah kursi plastik dan beberapa lembar surat.
Sandy menghisap rokoknya dalam-dalam lalu menghembuskan gumpalan asap putih beraroma khas tembakau.
Sandy kembali mengerling,melihat pantulan dirinya untuk yang kesekian kali,pipinya bersemu merah,terpancar kebahagiaan dari dalam dirinya.Lalu sandy mulai beraksi,menjelajah malam melawan hawa dingin dengan busana hitam legam.
menjajakan diri entah kepada siapa,
menjual entah apa yang dijual,
Sandy paling cantik diantara puluhan waria lainnya...Sandy adalah primadona dari malam ke malam.
Pantulan suara seirama terdengar merdu,pantulan suara stilleto yang beradu dengan aspal adalah sumber suara itu,suara yang terdengar ketika Sandy berjalan lenggak-lenggok bak bidadari di acara pemilihan ratu sejagat.Tapi dia hanya Sandy,sandy yang cantik.
Dingin perlahan mencekik,Sandy gelisah..bukan karena kali ini belum mendapat satu pelanggan pun.
tapi karena sandy merasa malam ini adalah malam terakhirnya.
Dengan tangan kurusnya ia salami beberapa temannya,bahkan musuh bebuyutannyapun ia salami,
Ia hampiri warung kopi yang biasa dijadikan pangkalan,diberinya beberapa lembar rupiah,"bayar hutang" ujarnya.
mang Anto hanya senyum sumringah,dibalas dengan senyuman sandy yang hampa,lalu dia melihat cermin,dan mulai mengamati gambar dirinya,yang tetap terlihat cantik.Sandy yang cantik.

Keesokan malamnya,sandy absen menjajakan diri di tempat biasa...

besok malamnya lagi,sandy masih tak terlihat di manapun.....

keesokan harinya,pemilik kontrakan histeris melihat sandy tergantung dengan leher terikat tali tambang tepat di atas tempat tidurnya yang lapuk.

Sandy harus dimakamkan malam-malam
seakan tak lagi ada esok hari bagi si mati
seakan tak lagi ada esok bagi keluarga yang ditinggalkan
Pemakaman jadi benderang
seperti pada malam dengan tong setan
tak ada tawa , hanya suara lirih
dan tangis yang ditahan
Pemakaman jadi benderang
seperti sepakat mengantar sandy menghilangkan tubuh
lalu mengekalkan kenangan
disetiap teras
sebelum kopi tersaji dan rokok tersulut..
Sandy telah dimakamkan malam-malam
seakan tak perlu waktu untuk menanggung duka
seakan tak ada kematian diruang tamu beranda dan gang..

Rabu, 17 September 2014

Senin,25 Juli 2011

Aku tak pernah bermimpi berjalan beriringan dengan sosok yang terbujur kaku..
Berada bersisian dengan jasadmu yang kosong dan diiringi jeritan sirine mobil jenazah..
Aku ingat janjiku,akan menggosok punggungmu dengan air hangat..
Inilah janjimu kupenuhi..
Tidak hanya punggung,tetapi seluruh tubuhmu..
Bahkan rambutmu yang enggan memutih pun tak luput dari sapuanku.
Dengan air yang sedingin embun puncak gunung..
Dengan sabun yang sewangi mawar di pagi setelah hujan..
Airnya bercampur dengan air muka ku,dengan tangis yang tertahan..
Tidak hanya aku,tetapi mereka turut serta disampingmu,membasuhmu dari dosa.
Aku tak pernah bermimpi,tidur diantara diammu,
Diatas permadani yang sejak lama kau nantikan,
Diantara dingin malam yang hanya menyentuh kulitku..
Aku hanya diam diantara tangis mereka,
Menyesali semangkuk sayur asam yang belum sempat ku buat untukmu..
Malam itu rasanya lambat sekali..
Aku gelisah dalam tidurku..
Karena ku yakin,saat itu kau disisiku,
Kembali menceritakan kisah-kisah yang selalu ku dengar selama 23 tahun hidupku..
Dan aku tertidur dalam buaianmu..

Saatnya tiba,kicau burung menggelitik telingaku,
Sinar mentari mengusap lelehan air mataku..
Dan aku menggenggam sekantong bunga,mengantarmu dengan dongeng yang selalu kau ceritakan itu..

Air mata mewakiliku mengucapkan selamat tinggal untukmu..
Air mata mewakiliku mengucapkan aku mencintaimu..
Air mata mewakiliku mengucapkan beribu maaf untukmu..

Selamat jalan..
Untukmu yang selalu memanjakanku.

Selasa, 16 September 2014

Cerita tentang Sebuah Nama

Kemarin pm ku di bb isinya alamat blog ini,kontan beberapa teman meluncur ke sini?melihat-lihat blog yang gak ada apa-apanya ini..
lalu dengan bangga mereka bilang "hei saya udah liat blog mu" ..saya hanya bisa senyum mesem-mesem karena malu.
dan beberapa diantara mereka memiliki pertanyaan yang memang patut dijelaskan...
kenapa namanya Argeline She..kenapa bukan Sheila aja sesuai dengan nama lahirku..atau Acel sesuai dengan namaku sehari-hari..
Baiklah akan ku jabarkan disini...mengapa aku memilih nama Argeline She?
Aku menemukan nama ini 10 tahun yang lalu,ketika aku harus menyajikan suguhan penting berisi surat service hati untuk ketiga sahabatku..Ketika aku memakai nama ini,seketika kemampuan menulisku bertambah menjadi 50% yang tadinya cuma 0%.lumayan bisa menceritakan sesuatu dalam surat itu ketika menjadi seorang Argeline She,seperti sekarang ini,memakai nama ini aku bisa mengekspresikan diri lewat beberapa puisi dan tulisan lain.Walau sejujurnya sama sekali gak ada apa-apanya.
Darimana nemu nama ini?
Entahlah...mungkin nemu dari tumpukan koran bekas,atau gunungan sampah di TPA :D yang pasti aku suka nama ini...
aku bisa menulis ketika memakai nama ini..
mungkin Aku memiliki altar ego bernama Argeline she ini.hihi yang ini jangan dipercaya,
aku sendiri,tidak berkepribadian ganda memiliki altar ego bernama argeline She...hanya sedang senang dan terlalu senang dengan nama itu.
So,kawan apa masih penasaran dengan nama itu?

Rabu, 10 September 2014

Antara Siang dan Malam

Kita ada banyak saatnya mengikuti arah,
arah yang semestinya kita sadari,
saling menepis rindu awal ...

Lalu kau bercerita tentang jodoh,
Bahwa jodoh tidak pernah berpihak kepada kita...
Apa mungkin aku terlalu bodoh?
Aahh....aku terlalu lelah,untuk sekedar berkeluh kesah.
Dan..
masih ingatkah akan waktu?
siang dan malam.
Mungkin diantara kita dilahirkan tak sama,
kau adalah siang,
sedang aku adalah malam,sebab siang dan malam tak pernah bersatu tak menyatu.
itulah kita ....

Saat aku bersuka cita dengan taburan bintang,
Tapi kau tengah asyik berkelakar dengan panas matahari...
Saat aku nyaman di pelukan bulan,
Kau bahagia di buaian matahari....
Sudah ku ulurkan tangan menyambutmu,
Tapi kau memilih berlari,menjauh,menyusur pematang bersama kicau burung sore-sore...

Disaat kata-kata terlelap sepanjang jalan trotoar malam,
hanya spanduk yang mungkin menyala,
itupun memantulkan cahaya lampu yang menerangi,
Hanya makna yang bersujud dalam puisiku,
Tuhan...
kabulkanlah aku bersatu dengan nya lagi walau hanya dalam angan
ku sadar diri , akulah malam..
Disaat angka angka hari bertanggalan,
mengelupas waktu dengan kesia siaan usia,
hanya pada lembaran buku yang pasrah.

Siang... jalan kita selalu beriringan
walau ku tau kita tak mungkin bersatu,aku sayang kamu...

Short Story

Pengantin Angin
Perempuan itu, maryam, istri yang baru kunikahi selama 90hari hilang. Hilang tanpa bekas, tanpa secarik pun catatan diatas kertas , tanpa surat , pun pesan-pesan tersirat. Ia hanya hilang. Nyaris seperti ditelan angin. Hilang begitu saja..

Jika tak ingat bahwa Maryam ini bisu dan tuli , mungkin aku akan beranggapan bahwa ia pergi melarikan diri bersama laki laki lain atau tiba-tiba tergoda menjadi TKI ke Saudi.Maryam tidak memiliki sanak saudara. Didunia ini, akulah satu satunya kerabat yang ia punya. Memangnya ia mau pergi kemana ?
 Dini hari sebelum aku mendapatinya tak disisiku lagi, Maryam memang tidur diranjang yang sama denganku, memeluk punggung dengan jemarinya yang kian hari kian pasi. Napasnya terasa hangat ditengkuk, menciptakan harmoni yang setiap malam begitu kukenali. Napas tidur yang gelisah, terengah engah, ntah apa yang sedang di impikannya . Kemudian di pagi harinya , kesunyian menikam nikam . Napas gelisah itu tak ada lagi ketika kubalikan badan, pun wajar tidur Maryam sempurna lekang .
Tadinya kupikir mungkin ia sedang berada di dapur, menanak nasi untuk sarapan dan membuatkan secangkir kopi. Barangkali ia tengah berada dikamar mandi, mencuci setumpuk pakaian bekas pakai kemaren. Atau ia sedang berada dihalaman , menyapu luluhan daun jambu dipekarangan sambil sesekali tersenyum-senyum pada anak sekolah yang selalu berteriak-teriak "torek-torek" didepan pagar rumah kami.Maryam , karena tak dapat mendengar , seringkali salah sangka bahwa anak-anak itu sedang mengucapkan selamat pagi atau sampai jumpa lagi.
Aku bangkit menuju dapur, kamar mandi , pintu depan. Tak ada Maryam , tak ada siapa-siapa. Pintu depan bahkan terkunci dari dalam, juga tiga buah jendela yang berjejer disampingnya. Maryam bukan hantu , jadi tak mungkin ia pergi menembus dinding. Aku mulai gelisah lalu segera keluar , mencari cari di rumah tetangga dan bertanya kepada siapa saja orang yang lewat dihalaman. Tak ada yang melihatnya , tak ada yang merasakan kehadirannya. Bahkan anak-anak yang sering mengejeknya hanya menggeleng geleng heran ketika nama Maryam kusebutkan seolah nama itu begitu asing.Maryam hilang begitu saja. Tanpa jejak , tanpa bekas ....
Dengan sedikit canggung karena tak pernah lagi berurusan dengan dapur sejak berbulan-bulan yang lalu, aku mamanasi air, menyeduh kopi dan termenung diberanda. Sendirian. Aku menolak pergi bekerja setelah menelepon atasanku dan memberi alasan bahwa istriku hilang, yang disambut kekehan. Bedebah! Kenapa pula atasanku itu malah ketawa justru ketika aku sedang dilanda bencana?
"Mungkin istrimu di culik genderewo, sep. Coba cari di pohon-pohon terdekat."ucap atasanku. Atasanku itu tak pernah bertemu dengan istriku, juga tak hadir di hari pernikahanku.aku tak dapat membedakan apakan ia sedang berkelakar atau serius dengan ucapannya. Yang jelas , aku ingin sekali merobek mulutnya.
Aku kembali ke dalam kamar , berniat mengganti pakaian lalu pergi ke kantor polisi. Setidaknya polisi tak mungkin mengatakan kalau isteriku hilang diculik genderewo, bukan? Namun saat aku ingin membuka lemari pakaian, mataku tertuju pada bingkai poto di dinding, poto pernikahan kami. Ada yang aneh di poto itu, ternyata hanya ada aku seorang yang duduk di pelaminan, tanganku terangkat di udara seperti tengah memeluk seseorang, memeluk kekosongan. Segera saja aku berlari keruang tamu, merenggut album poto dibawah meja . Dengn tangan bergetar kubuka satu persatu poto disana. Ditempat seharusnya ada wajah dan tubuh Maryam seluruhnya kosong. Foto-fotoku jadi serupa dengan pemain pantomim yang sedang memeluk seseorang dipangkuan, atau menyuapi mulut seseorang.
  Tubuhku menggigil.

SETELAH laporan selesai di ketik, dicetak, polisi berjanji akan mengusut kasus ini dan akan datang ke rumahku untuk melakukan investigasi. Aku mengangguk, segera pergi dari kantor polisi. Tak ada lagi yang bisa kulakukan dengan aparat -aparat ini.
 Dengan perasaan sunyi, aku memulai menyusuri jalan demi jalan, trotoar demi trotoar mencari di pusat pembelanjaan , pasar-pasar, terminal, stasiun bahkan ketempat pelacuran. Aku tak berharap menemukan Maryam di salah satu sudut dan menjajakan tubuh, tentu saja. Aku hanya membunuh rasa penasaran.
 Selembar poto yang tadi kuselipkan di dalam dompet kubuka,ku amati dengan perasaan sedih. Foto pernikahan kami, foto tampa wajah Maryam, hanya ada wajahku sendiri. Sambil berselonjor diatas trotoar dan mengisap rokok kretek dalam dalam, kelelahan setelah mencari seharian , foto pernikahan masih kupegang erat, menatap kekosongan disana dengan teramat lekat . Mataku menyapu orang-orang yang berlalu lalang. Ada pasangan yang tengah bergandengan, ada yang berjalan bersisian, ada juga yang saling memeluk seakan mereka adalah kembar siam. Ini malam minggu, malam obral kemesraan. Sialan, aku semakin teringat Maryam, sedang apakah ia sekarang? Aku tak pernah mengajaknya jalan-jalan, tak penah mengajaknya makan diluar .
Gerimis mulai merangkak, aku berjingkat, menjejalkan foto kesaku belakang celana dan beranjak dari trotoar. Sebetulnya aku nggan kembali kerumah dan menghadapi kesunyian. Kukeluarkan telepon genggam, menelepon Ramdan, sahabatku sewaktu SMU. Ingin sekedar membagi kecemasan , syukur-syukur dia mau membantu.
 "Istriku hilang,"ucapku getas sesaat setelah Ramdan mengucapkan 'hallo'
"Istrimu yang mana?"tanya ramdan diseberang sana.
"Maryam! Istriku yang mana lagi? "
"Shep, aku tau di usiamu yang sudah diatas 30thn itu kau slalu jomblo, tapi jangan membuatku khawatir. Tolonglah..."ada rasa sesal, juga kesal disuara Ramdan.
"Maryam hilang, Dan. Yang harus kau khawatirkan adalah dia, bukan aku! " aku bersungut-sungut.
"Istrimu yang mana? Siapa itu Maryam ??" Ramdan mulai berteriak.
"Istriku yang kunikahi 3bln lalu. Jangan bercanda, Dan. Kau kan datang dihari pernikahanku itu. Aku masih ingat kau menghadiahi kami satu set cangkir dari keramik," ingin sekali kupukul kepala Ramdan dengan apa saja agar ia tak hilang ingatan . Kalau saja ia ada dihadapanku. Ramdan mendengus , "kita tak pernah bertemu sejak sebelas tahun yang lalu, Shep."
"Tapi aku tau nomor ponselmu" aku protes
"Tentu saja, kita pernah saling bertukar nomor ponsel seminggu yang lalu di facebook. Ingat ?" Sepertinya Ramdan betul-betul kesal.
"Tapi kau hadir dihari pernikahanku. Kau ada disana tiga bulan yg lalu. Aku tak mungkin lupa, tak mungkin salah mengenali orang. Aku menikah dengan Maryam, Ramdan! Dan sekarang ia hilang" aku mulai histeris , menjambaki rambut,tertunduk di tepi jalan raya.
"Datanglah kemari, sep. Mungkin malal minggu ini kau butuh di hibur," akhirnya Ramdan tertawa. Ia menutup telepon.

Aku kembali disergap kesepian , dan kesendirian. Maryam, dimana aku harus mencarimu? Hujan sempurna berderai, membasuh tubuhku hingga nyaris kuyup. Tak ada kabar dari polisi, tak ada yang menghubungi. Menghubungi ramdan tak memberikan solusi, malah semakin membuatku frustasi. Kembali kuleluarkan foto dari dalam saku celana , wajah maryam belum lagi genap. Hanya gelap, hanya gelap.
Tiba tiba aku begitu merindukan rumah.begitu merindukan napas tidurnya yang gelisah . Merindukan lirikan tajamnya ketika aku salah menyimpan pakaian kotor, aku merindukan dia ... Maryam .... istriku. Namun, aku enggan kembali karena pasti akan mendapati dini hari yang sunyi tanpa napas gelisah Maryam .
Namun, maski ramdan menolak mengingat telah menghadiri pernilahan kami, masih saja tertanam pemakluman bahwa aku sudah beristri. Tak mungkin aku lupa kalau sudah beristri, bukan? Laki laki bajingan macam apa yang lupa akan keberadaan istrinya?
Kuremas poto pernikahan ditangan, mencoba mencari jawaban dari kegelisahan. Tepat saat larik cahaya lampu mercury menyoroti ditengah tetesan air hujan, ternyata ada tulisan dibalik poto itu. Aku berlari , berteduh dibawah tingkap kios pedagang rokok ditepi jalan, takut tinta dibalik foto itu akan berangkat pudar .
Tulisan tangan , berderet rapi. Tulisan tangan yang kukenali sebagai tulisan Maryam.
"Aku tidak tuli, kau hanya selalu lupa untuk bercerita sehingga lambat laun telingaku menolak untuk bekerja. Aku juga tidak bisu , kau hanya selalu lupa untuk mengajaku berbicara sehingga mulutku juga menolak untuk bekerja.
Sudah lama kau menganggapku sebagai benda, sesuatu yang kadang ada, lebih sering tiada. Kang, mungkin hidupmu akan lebih tenang kalo aku benar benar hilang"

Maryam, ...aku tertunduk lunglai diatas kubangan. Ingin sekali kucacah malam, mencacah kesunyian yang serentak datang. Maryam hilang .

Penulis:Shep D'Dharmadi
Editor : Argeline She

Cemburu

Memangnya apa cemburu itu?
Apakah sama dengan segelintir perasaan yang serupa buka bermekaran?
Atau serupa buncahan rasa,penuh gelora diantara duka dan lara?
Akulah malam yang karam perlahan ....
bagi pecemburu yang habis jadi sejarah .....
dan bintang akhir malam .....
melangkah ke muram kamar masa sepi . ..
sepanjang pucuk pucuk cemburu yang bisu dan penuh ratap .
Lamat-lamat aku dengar suaramu dikejauan..
Ada gairah tertahan,diujung tenggorokanmu...
Sinar matamu,raut muka mu,muram dan sedihmu....
Ku lahap sendiri...
Sebagai bukti nyata penghiburanku.
untuk mu yang selalu di tikam sepi....
Tak perlu lagi nama pecemburu ...
ditengah rumah dan kamar sepi ...
yang terus menjarah ruang dan menyuarakan malam jumat ...
bagi aku yang kini terlalu jauh ....
akan kucium keningmu yang seindah mawar
dan angin letih yang agung
Betapa gelap isyarat burung-burung diangkasa ...
tentang aku pecemburu ...
bagi dunia yang hendak memejamkan mata ...
dengan gemuruh yang tak pernah lelap ...
suara malam jumat ...
dari sepi kamar dan hati yang lelah ditikam sinar cemburu ...
Lalu,ketika angin berdesir serumpun bunga bergerak memutar,
Seperti bola matamu,yang indah dan terlalu bening...
Aku hanyalah keruh dimatamu,
Aku hanyalah duri di hidupmu...
Lantas aku tanya sekali lagi...
Apa itu cemburu?


(Ditulis oleh Argeline She dan Shep D'Dharmady)

Jumat, 29 Agustus 2014

Perempuan itu adalah seorang Ibu

Bu,
Hari ini dengan penuh sesal aku sampaikan maafku,
sangka ku,hanya berita dari burung yang lewat di pelataran rumahku..
Entah bu...
Peka ku sebagai wanita tiba-tiba lenyap,
Burung itu terlalu merdu,menyanyikan lantunan syahdu,
Membawakan getaran-getaran pilu,
Semua tentangmu Bu,
Aku tak pernah tahu ,tak pernah melihat,tak pernah mendengar....
Bahkan mengenalmu aku tidak...
Lalu aku telan,aku telan,dan aku telan...
Cerita tentang dera dan nestapa...tentangmu..
Bu,
Tiba-tiba burung itu menghilang...
Dan tiba-tiba,aku merindukan kicauannya...
Aku rela menunggunya,untuk kembali mendengar,selaksa cerita-cerita tentangmu.....
Bu...hari ini aku menangis,tangisku terdengar hingga ke ujung gurun yang hampa...
Aku bertemu dengan burung yang lain,
Suaranya tidak merdu...
Tapi kicauannya sama...itu tentangmu....
Tak ada nestapa yang dia bawa..
Ada jutaan kilau cahaya yang berasal dari matamu,
Ada aroma yang menguar dari tubuhmu...bak kesturi dari ujung negri,
Kau secantik bidadari surga....
Bu,kemarin aku terlalu lupa,
Burung itu membelokkan hatiku...
Dan aku terlalu goyah..
Mengubur naluriku...
Menutup mata dan telingaku..
Terimalah maafku Bu,
Tulus dari dasar hatiku...takkan pudar oleh tersapu angin dan ombak....

Selasa, 26 Agustus 2014

short story

Cemburu Pada Hantu

Sekarang seperti itu,mas heru lebih suka mengurung diri dikamarnya,bukan,bukan kamar kita berdua,tapi hanya kamarnya sendiri,dengan dia..
setiap hari,mas heru menyiapkan kain sutra berwarna hitam di sebuah dipan yang ia jadikan alas tidur,aku tidak melihatnya langsung tetapi mengintip dari celah bilik yang lobangnya agak besar.Keesokan harinya mataku menjadi sakit,merah dan bintitan.
Mas heru bilang jangan suka mengintip,itulah akibatnya.

Dulu,mas heru adalah suami yang romantis,dia penyayang,perhatian dan pengertian.Tak boleh melihat istrinya mengaduh,tak bisa melihat istrinya banjir keringat,tapi saat itu kami sangat kekurangan.makan pun sehari hanya satu kali,itupun satu bungkus nasi rames kami makan berdua.Aku yang lebih banyak makan saat itu,karena harus menyusui si kecil Alif yang baru berusia 8 bulan.
Setiap hari,mas heru mendorong gerobaknya,aku di belakangnya mengikuti dengan tertatih...tanpa alas kaki kedua tanganku menenteng 2 kantong keresek yang berisi abu gosok,sedangkan sikecil alif menempel di punggung mas Heru dan terlelap,badannya di sangga sinjang batik yang kumal,dan rapuh robek disana sini.
"Bu...bade lebuu..."mulutku tak pernah bosan meneriakkan kata-kata itu,kata yang seakan menjadi mantra agar ASI ku keluar memancar seperti tanah yang di bor dengan kedalaman 20 meter jauhnya.
Dan tak berapa lama,sekantong demi sekantong Abu gosok ini berpindah tangan..banyak orang yang masih setia kepada si buruk rupa yang mampu membuat wajan tidak buruk lupa lagi..
tapi tak sedikit orang yang mencibir,mereka lebih memilih cairan pembersih yang lebih modern,yang produknya banyak berseliweran di iklan-iklan.

Duhh...betisku mulai pegal,si alif mulai rewel,dan mas heru mulai putus asa..hari ini kami hanya dapat uang 14 ribu rupiah,dipotong uang keresek,lalu sisa potongan uang keresek itu pun harus dibagi dua dengan pemilik los(tempat membuat batu bata),penghasilan kami hari ini hanya 6 ribu rupiah,

sebungkus nasi rames dengan harga 4 ribu kami makan berdua,si alif kami belikan pisang ambon yang dikerok terlebih dahulu.
pedih memang sisa uang hanya seribu rupiah,perjalanan menuju gubuk kami masih sangat jauh.
aku hampir putus asa.kelelahan.

Tapi mas heru tau,kesahku saat itu,dia mengalah,menumpuk sisa abu gosok,menyediakan ruang untukku dan alif duduk,sedangkan dia mendorong tak kenal lelah.Sebagai gantinya,dirumah aku akan merendam kakinya dengan air hangat yang di bubuhi garam,menyeka gurat-gurat lelah yang terpahat di telapak kaki kokohnya.

suatu hari ketika baru saja mendapat uang 2 ribu rupiah,hujan turun tanpa ampun,petirnya membuat alif menjerit takut,dan kami panik.
buru-buru mencari tempat teduh untuk menyelamatkan abu gosok kami.celaka jika abu-abu itu basah,selain tidak makan kami mungkin akan kena ocehan-ocehan pemilik los yang mulutnya berbau busuk itu.

Aku menggigil,gigiku gemerutuk dasterku yang tipis menempel di badan,Mas heru tidak tahan melihatku lantas dia memelukku buah hati kami berada diantara dinginnya cuaca dan hangatnya cinta kasih orang tuanya.

"ekhemm..."Deheman seorang lelaki mengagetkan kami,sontak aku dan suamiku menoleh kearahnya,kakek itu tersenyum dan meminta kami masuk berteduh di pondoknya.

Alif,terlihat ketakutan,waktu itu usianya sudah satu tahun,tapi dia kurus tidak seperti anak-anak seusianya dan belum dapat berjalan.

"dek alif jangan takut.."ucap kakek itu sambil tersenyum penuh kharisma..
"bapak tahu dari mana anak saya bernama Alif?" tanya suamiku..
"dari Nini"jawabnya mantap..
aku dan mas heru saling pandang,kakek menceritakan bahwa nini adalah istrinya dari bangsa jin.Dia yang menyuruh Kakek membawa kami masuk,Nini suka sama Alif,dia kepingin punya putra lelaki selucu Alif.
Saya yang ketakutan mendekap erat alif.Tangan kekar mas heru melindungi kami dengan begitu protektif.
Kakek menyuruh kami tenang,mereka tidak hendak berbuat jahat,mereka hanya mau pinjam alif barang sebentar saja..hanya satu malam.
Entah dari mana asalnya,tiba-tiba ditangan kakek sudah ada sepotong kue apem hangat,Alif yang memang kelaparan berontak dari pangkuanku,hendak menerima pemberian kakek.Aku takut,tapi Alif belum makan,dan ia kedinginan.Akhirnya naluriku sebagai ibu,lebih membiarkan Alif menerima kue itu.Alif makan dengan lahap.
Sihir apa aku tak tahu,malam itu alif ditinggalkan dirumah sang kakek,permintaan si Nini kami kabulkan.
keesokan harinya,kami bergegas..tak ada abu gosok yang kami jual hari itu,aku ingin segera bertemu alif.
ketika sampai,alif menyambut kami,dia sudah bisa berjalan.Dan aku menangis,bukan karena dia sudah bisa berjalan,tapi karena dia kembali ke pangkuan kami.
Aku enggan masuk kedalam,dengan dalih menemani Alif main aku lebih memilih duduk di luar,melihat alif yang sedang bermain yang entah dengan siapa,aku tak melihatnya.
Mas heru keluar dari pondok,diikuti kakek yang sumringah.
Kami akhirnya pulang.
sepanjang jalan,mas heru lebih banyak diam,dia hanya menggelengkan kepala ketika ku tanya mengapa.
hingga akhirnya,dirumah mas Heru menceritakan bahwa sang kakek meminangnya,dia ingin menikahkan mas heru dengan Nyai,anak si kakek dengan si Nini yang bangsa jin itu,dan nyai adalah bangsa jin sama seperti ibunya.
Kontan aku tertawa..aku tidak cemburu,malah menganggap ini lelucon.
tapi mas heru meyakinkanku,dia mengeluarkan sebuah kotak berisi emas,perhiasan emas.
mataku terbelalak,jangankan perhiasan emas segitu banyak,sepasang anting pun tidak aku punya.
Mas heru akan menikahi Nyai malam ini.Tepat di malam jumat kliwon.Mas heru ingin aku dan alif berubah hidupnya.bisa tinggal dirumah yang memang layak ditinggali.bisa makan setidaknya kami makan tidak sebungkus berdua lagi.Atau alif tidak seperti burung yang setiap hari memakan pisang ambon atau pepaya.
setelah menikah,Nyai yang akan menafkahi kami.memberi kami rumah yang layak,makanan dan uang.
Inilah Awal bencana bagiku..
mas Heru yang tadinya romantis kini dingin..
mas Heru hanya memberiku nafkah lahir saja,Rumah motor,bahkan mobil kini aku punyai..
alif kini tumbuh sehat,dan aku seperti toko emas berjalan..
Mas heru lebih senang bersenggama dengan Nyai.
dia lebih betah dikamar nyai..
Pernah suatu ketika,mas heru mengumpat seusai bercinta denganku,dia bilang punyaku tidak selegit punya nyai..dan aku sedih.
aku ingin mas yg dulu,yang rela berjalan puluhan kilometer dan mendorong gerobak yang didalamnya ada aku dan alif,
aku merindukan pelukan mas saat dingin,saat sakit,saat kami berdua di timpa kesusahan.
"Nyai,kembalikan mas ku..Aku merindukannya.Maka akan ku kembalikan mas mu kepadamu,aku tidak perlu perhiasan emas dan uang banyak,aku hanya ingin mas heru,dan hangatnya cinta kami meski kami hanya mendorong gerobak berisi abu gosok.

Harapan Gadis Bisu

Tahu kah kau...
kemarin hujan membacakan beberapa cerita
yang sebetulnya ia curi dari angin
angin mengantarkan beberapa harapan gadis bisu itu..
Gadis itu menari
meliukkan tubuh gemulainya,dan bernyanyi dalam hati,
Dia terus meliuk-liuk bagaikan ular tanpa bisa
rambutnya seperti panji yang terpasang di tiang paling tinggi.
Tiba-tiba hujan seperti sebuah tangisan
yang cengeng,merengek,dan tersedu sedan.
Angin dengan angkuh bersiul
membentuk pusaran kemarahan
Gadis itu hanya ingin mengucapkan satu kata..kau tahu??apa yang selalu ingin dia ucapkan?
Tanya saja pada angin,biarkan ia menceritakan kisah yang sempat dicuri oleh hujan.

Ditulis oleh argeline she

Jumat, 08 Agustus 2014

Catatan Bersampul Abu

pagi ini mataku menangkap sesuatu..
kentara jelas dari ujung hingga tepi,
betapa engkau singkap tirai awan putih dariku,
dan kau kucurkan segumpal awan keruh tepat dihadapanku.
sebabnya apa aku tak ingin tahu,
karena sungguh,rasa ingin tahu hanya akan membunuhku perlahan..
aku belum ingin mati,
sebelum melihat sisi lain dari wujudmu..
wujud yang sempat tersungkur ke lembah kenistaan,
dan menyambangi tepian bara
tanpa sedikit pengampunan.

pada akhirnya kau tetap bertandang,
membawa daftar permintaan yang telah ku ajukan,
dalam sebuah buku yang berisi catatan,
kau ungkapkan segenap perasaan.
berisi kemarahan,dan sejumput kerinduan.
kau adalah lelaki yang selalu ku caci,
tetapi aku adalah wanita yang selalu kau kasihi,
tanpa sedikit benci,
hanya aku katamu,
dan kata-kata telah memaksaku,
menelan rasa tentang kita.

pada akhirnya catatan itu hanya pedoman,
sebuah aturan yang memang hanya aturan..
aku tak mau diatur oleh catatan,
yang tersampul berwarna abu.
jangan lagi kau bubuhi satu kata pun,
kecuali tintanya adalah darah lukamu.

Kamis, 07 Agustus 2014

Tentang Jarak

Jika pada akhirnya puisi ini sampai padamu
ingin kutegaskan bahwa kata-kata menempuh perjalanan jauh
tahun tahun debu menghapus semua rambu
susah nian membedakan rumpun bambu dan pinggul babu
segalanya benar benar debu
apa yang selama ini kusebut arah
itu adalah jarak

Tapi pada akhirnya,
untaian kata ini memang harus ada padamu..
dibungkus rapi dengan perisai Rindu,
yang entah,kau bisa membacanya atau hanya menyimpannya
lautan debu itu hanyalah cara,
cara jarak menyampaikan jutaan pesan,
pesan tentang sesuatu,dan sesuatu itu selalu disebut Rindu.

Percayalah, kata kata itu
telah berjalan jauh sebelum sampai padamu
dinegeriku seluruh jalan tersumbat suara-suara
seperti tagihan-tagihan,
yang kerap membuatku tak bisa kemana mana,
tapi ini lebih bising dari tagihan
bahkan dari desing,
hingga kupikir ini adalah rahim desing
entah apa yang akan terlahir

Jarak melahirkan sekutu,
bersiaplah kau berakhir pilu.
kecuali jika kau menjadi tahu,
bahwa kata-kata ini telah lelah mengadu,
dan kepada masa lalu kau hanya bisa bertumpu..
tak ada cumbu dan rayu
yang tersisa hanya wajah-wajah yang layu,
sendu.

kini puisi ini sudah sampai padamu...
berisi catatan lirih,
tentang dia yang tak bisa berjalan lurus..
Air matanya keperakan tertimpa cahaya bulan,
tapi luka nya terpendam jauh dilubuk terdalam.
Langkahnya terseok memutar,
pesona nya memudar..

Dan yang sampai pada mu,
biarlah ia tidur sejenak,
terbaring di sisimu
peluklah lembut,biarlah lelap
ia sedang menyusun kekuatan
untuk menumpahkan gairah
ia akan memberondongmu
dengan tembakan-tembakan kegilaan sebuah negeri

Biarlah ia tidur sejenak, tataplah aku disana.....

Dan kata kata yang sampai padamu itu,
jauh sebelum menhadi peluru,
ia adalah bunga kuncup dijantungku,
biarlah ia tidur sejenak , tatap la aku sejenak ....

(ditulis oleh shep D'Dharmadi dan Argeline she)

Jumat, 01 Agustus 2014

satu lagi :)

Begini , akan aku ceritakan lagi kepadamu
tentang pesisir,tentang debur ombak, karang serta pasir ..
Kau tau , di detik detik yang rawan seperti ini
tak ada lagi yang lebih aku sukai
selain melihat kerlip lampu lampu perahu dikejauhan
yang melayarkan harapan
atau mungkin segala kesia siaan

Berdua, tentu saja
denganmu semata
Lalu angin itu, yang angkuh
yang seringkali menggagalkanku melempar sauh
tapi ketahuilah, kekasih
pada setiap hembusannya kita akan tau
betapa berharganya waktu
dan betapa sesaknya menghirup rindu
sebelum akhirnya kita membuang jarak
dan bersama sama membuat jarak

Dan batu karang yang tabah itu
ia selalu lupa kapan kesedihan akan di mulai
meski tlah jutaan kali ia saksikan
peristiwa pertemuan dan perpisahan
tetapi ia tau betul bahwa setia adalah antara dua
tinggal dan ditinggalkan
dan ia berada di keduanya

Kudengar debur ombak serupa debar di dada kita
bergemuruh serupa suara kesedihan ikan ikan
yang kehilangan udara dipermukaan
Kekasih....aku telah kalah beberapa kali
bahkan ditubuhku tlah penuh dengan duri
tetapi cintaku selalu tahu
kepada siapa ia harus mengadu
kemari....ikutlah berlayar bersamaku
sebelum angin kehilangan deru
sebelum maut mengalahkanku ...


(satu lagi punya Shep D'Dharmadi)

Rabu, 30 Juli 2014

Tanpa Judul

Kesepian hanya milik mereka yg tidak menikmati pesta
atau datang tanpa teman dan wanita
lampu lampu mabuk
waktu melesat tanpa kantuk.
Kesepian bukan hanya milik mereka yang tidak menikmati pesta
tapi pula milik jiwa yang tak pernah takut akan semesta
mereka lupa apa itu nista
hingga mulutnya berbusa dan raganya sudah tak mempunyai rupa.
Untuk kesekian kalinya aku bergemuruh dipusat bumi
mengulang putaran angin,puting,dan hujan yg kembali asing.
Dunia ini hanya pertemuan dan perpisahan yg rutin
kau bisa menyatukan badan kapan kapan
serupa laut dan perahu,ombak dan pasir
tiba tiba kita memeluk karang
mencium senja terbenam
tertidur dipelukan bulan
lantas...kitapun saling melupakan.
Namun..apakah melupakan menjadi daftar kewajiban yg akan kutuntaskan ..?
Bila malam demi mlm kutikahkan wajah wajah yg buram
garam lautmu, tlah larut di pulau pulau, dipantulan cahaya matahari
Lava gunung gunung,Batu bukit,Akar pepohonan ..
belantara hutan dan semua jalan yg pernah kita tuntaskan ...
Aku menjadi hujan
tak kenal panas
tak peduli musim
turunlah aku menujumu
meski kau tak ingin tahu . . .

(ditulis oleh Shep D'Dharmadi)

Minggu, 15 Juni 2014

Ayaaaahhhh.......!!

Dia dipanggil ayah..
Tubuhnya kurus,
tapi senyumnya begitu tulus....
pipinya mulai tirus...
dan jalannya tertatih berusaha tetap dijalan yang lurus...

Dia dipanggil ayah..
rambutnya memutih,
tapi dia tak pernah letih...
meski ku tahu dia ringkih...
karena sesungguhnya bukan orang terlatih...

Dia dipanggil Ayah...
Aku yang memanggilnya,
karena aku mencintainya,
karena darahnya telah mengalir dipembuluh darahku...
kala hentakan jantungku yang pertama..
karena dagingnya telah membungkus belulangku..
kala dentuman jantungku yang pertama...

Dialah ayahku...
Pria tangguh yang tetap teguh...

Rabu, 04 Juni 2014

Mozaik Doa-doa Imam Al-Bushiri

Muhammad bin Sa'id bin Abdullah Al-Shanhaji Al-Bushiri Al Mishri (608 H/1212M- 696 H/1296 M) adalah seorang penyair dengan tutur (gaya) bahasa yang elok dan indah. Nama Al-Bushiri dinisbatkan pada "bushir", salah satu wilayah(kekuasaan) bani Suwaif di Mesir, tempat asal ibunya. Silsilah nasabnya berasal dari maroko, benteng pertahanan hamad, dari sebuah kabilah yang dikenal dengan nama bani Habnun. Ia dilahirkan di Bahsyim, salah satu wilayah Bahnawiyah, dan meninggal di iskandaria. Syairnya yang paling terkenal adalah Al-Burdah(selimut) dengan entry (intro)nya, "Adakah titian tangga dari ingatan para penolong."

Kita kutipkan beberapa bait Syairnya berikut ini.

Kuabdikan diriku pada-Nya
dengan selaksa puji

Mengampun dosa sepanjang usia
lewat syair dan bakti

Kala merapal padaku segala ujung
menggetir duka

Seakan dengan keduanya aku
merengkuh sukacita

Kuturuti sesat kehendak dalam
dua keadaan

hanya dosa dan sesal kudapatkan

betapa kerdil meniaga jiwa

Agama tak 'kan menjelma dunia,
tak pula mendamai
Sungguh keji penjual keabadian
dengan kefanaan

saat menjajakan saat melepaskan

kala datang ketentuan dosa dari Nabi

tak ada pretensiku menentang, tak
pula ikatan

sungguh aku berutang padanya
dengan menyebut

Muhammad, Makhluk paling
sempurna 'tuk disebut

jika ada yang membimbingku
merengkuh surga

pastilah kaki ini terantuk jatuh
menggelepar(dineraka)

jangan biarkan pendamba
kemuliaan terhalang

atau ditinggal penolong tanpa
perhatian

sejak kucurahkan seutuh pikirku
merapal puji

Kutemukan dia teristimewa
selamatkan aku

Tak 'kan sirna kekayaan dari-Nya
menghempas

Kehidupan menumbuh Bunga-bunga
di ujung bukit

Bukan petikan bunga dunia
kuharapkan

Dengan memuja hasrat renta di tangan.

(sumber,doa-doa paling indah untaian katanya,Amil nashif,Bagian 7)

Selasa, 03 Juni 2014

Mozaik Doa-doa Al-Bar'i

Abdurrahim bin Ahmad bin Ali Al-Bar'i Alyamani (m.803 H/1400 M) adalah seorang penyair sufi,berasal dari penduduk "niya-batain" (dua delegasi kepercayaan) di Yaman yang banyak memberi fatwa dan arahan.Nama Al-Bar'i dinisbatkan pada Bura' ,sebuah gunung di Tahamah.ia memiliki kumpulan syair (dîwan) yang sebagian besar berupa puji-pujian kepada nabi.

PADA ANUGERAHMU MELEKAT HARAPKU

Duhai tumpuanku, pada anugerah-Mu
melekat harapku

Kala segenap keluarga dan harta
tak menyata guna

Aku menumpu pada-Mu, karena
kutahu kasih-Mu padaku

Kala manusia menghadang tak
'kan jauh dariku

Luruhkan musuh-musuhku padaku
dan tunaikan utangku

Duhai tumpuanku, betapa berat
beban segenap makhluk

Ampunan dari-Mu padaku tak
'kan terhalang

kala menyata padaku syahadat di
ujung kata dan realita

kala mereka menabir dua mataku
dan pergi menangis

jadikanlah aku mendengar segala
kata dari mereka

Anugerahkanlah daya lapang dan
selasih padaku

Saat sekarat dan represi kematian
menyergap

Malaikat maut datang
menyambangiku

Dan segenap jiwa menanggal usia

Para malaikat suci menjemput jiwa
padanya

Melangkah pergi menuju cita kasih-mu

Dengannya mereka datang
menghadap-Mu, Tuhan

jibril dan mikail menyerahkannya
pada Zat kesucian

Lalu tak lama ia berpaling ke
tempat aku disucikan

Tiadalah untukku dan laksana aku
tanpa Kemurahan-Mu

Duhai Zat yang tak ada laksana serupa
mendekati-Nya

Dihadapan-Mu,kini aku makhluk
terbuang.

Sibuk sendiri untukku abaikan
yang lain.

Duhai sang Pengampun, curahkan
 ampunan dari-Mu padaku
Hingga tak tersisa beban dosa-dosa
dipundakku.

bila telah kusinggahi rumah pusara

tak ada ayah, tak ada paman disana

Duhai Zat Penciptaku, bimbinglah
aku merapal jawaban

Dirumah pusara itulah tanya dan
jawab merapal serta

tak ada harapan menggantung disana,
tak pula amalan

akupun takkan bisa berkilah
harap balasan

maka bukakanlah pintu keridhaan
untuk ruhku menuju Firdaus

Menggiring jiwa-jiwa terkurung
Gelap menuju lapang

Bimbinglah anak-anak dan para ibu
dibelakangku

ketika berjumlah anak
mengikutiku

Hingga kala segenap kematian
ditebar serta

urat-urat leher segala makhluk
bergetar meregang nyawa

Ruh ditubuh tak berdaya pun
pergi,kembali

jejaring perangkat tubuh itupun membau

Maka berilah aku Anugrah serta
kasih ampunan-Mu

betapa dosaku, dan pada
Kehendak-Mu segala karunia

kudamna firman-Mu
"kucukupkan lara dunia-akhirat
Untukmu wahai hamba Sang pengasih"

lalu turunkanlah perlindungan
pada penderitaan.

(sumber,Doa-doa paling indah,Amil Nashif)

Sabtu, 31 Mei 2014

Titipan Rasa Dari seorang kakak

Putar memutar menjurai d kerakai tandus.
Apakah bumi hanya untuk sekedar hidup dan bercerita mengguratkansejarah sejarah.
Mmmmmm begitu kah?
Tapi kmn sang takdir yang d ceritakan nabi kita?
Aku tersipu dan menjurai d bwh pohon sampai buah sebesar kelerengpun membangunkan....
Lalu aku bertanya y tuhanku andai saja biji ini kau buat sebsr buah kelapa....
Takdir mungkin akan berhenti...
Mmmmmm....
Aku bukan sang takdir.
Melainkan kau tanpa cerita
Dan dunia yang sesungguhnya adalah waktu yang seperti air mengalir.

(zen)

Jumat, 30 Mei 2014

Perjalanan food combiningku...

Catatan Penyemangat bag 3

sarbuuuu alias sarapan buah....inilah yang sedang aku lakukan sekarang,sambil kunyah pelan-pelan sambil ketik sana sini,sambil chating di whatsapp,chating di bbm juga sambil lirik kerjaan rumah yang blm dikerjain,hihi bukan malas,tapi biar kunyahnya lama dan enzymnya sempurna..
Ini hari ke 4 nge FC,yang dirasakan belum banyak cuma ada satu keajaiban terjadi,biasanya kalo mau "buang sampah" harus dibantu obat pencahar,sekarang bye bye obat pencahar...
lancaaaarrrr tanpa hambatan...
Bangun pagi segelas air hangat kuku dicampur perasan lemon,diminum seteguk demi seteguk,rasanya seger...dan sekarang adalah sarapan sesi ke dua semangka kuning dengan sirsak matang pohon...
Informasi yang aku tulis benar2 belum banyak,aku yakin kalian lebih tau dan lebih pintar,nanti aja kalau sedang santai aku kembali lanjut penjelasan yang kemarin..
sekarang sekedar menuliskan segenap perasaan,sambil nemenin ngunyah...
Rasanya senang ketika tiba-tiba suami minta nge fc juga..berasa ada teman dan dukungan,meski dia blm bisa nge raw food,gpp bertahap.

Kamis, 29 Mei 2014

Rasa..

Aku tengah gigil dibalut syahdu yang disebut rindu,
raganya tak bisa terpecah,meski berusaha dibelah..
aku telah larut dalam balutan syahdu yang kau sebut cinta
yang tak berwujud,dan tak kasat mata.
ijinkan aku melangkah,ijinkan aku melepaskan ikatan
karena cintaku sayang,tak lebih dari sekedar sesal
karena rasaku,tak lebih dari sekedar khayal...
dan warnanya sudah pudar,tidak semerah dulu lagi...
jika tersentuh,sudah tak sepanas dulu lagi.
Biar aku sakit menahan rasa yang ada,
Aku lelah bermain,
aku takut terjatuh kedalam api yang kita buat...
aku takut tercebur kedalam lobang yang kita gali..
dan aku memilih hancur dari sesuatu yang kita sebut cinta..

Aku pulang ya...
kutitip selaksa rasa yang membuncah dalam dada...

Rabu, 28 Mei 2014

Perjalanan food combiningku :)

Catatan penyemangat 2

hola hola lohaaaa.....balik lagi nih,ditemeni potongan buah sebagai sarapan,ini hari kedua aku menjalani food combining,kesan pertama tidak begitu buruk,tapi salah karena buah yang pertama dimakan adalah pisang,bari tau kalo itu salah sehabis baca2 ulang kalo ternyata mangga sama pisang tidak begitu baik dijadikan buah yang pertama dimakan pas sarapan,selebihnya aman-aman saja.
Baiklah...apa itu food combining??aku baru belajar nih,baru tahu beberapa hari ini jadi agaknya harap dimaklum jika catatan ini banyak salahnya,aku yakin kalian semua lebih pintar..lebih tau banyak dari pada aku,aku hanya sekedar menuliskan catatan pribadi sebagai penyemangat agar program ini gak kepotong di tengah jalan.
Prinsip dasarnya food combining adalah mengkombinasikan 5 tipe bahan makanan;
*golongan karbohidrat tepung/pati
*golongan karbohidrat sayur dan minyak tumbuhan
*protein (hewani)
*buah
*turunan susu...
Metode ini memfokuskan diri pada pencegahan pembentukan zat racun/toksin apabila lamanya pencernaan terjadi dalam waktu yang tidak wajar
Ada enzim pencernaan yg membutuhkan lingkungan cerna yang bersifat basa,ada pula enzim yang membutuhkan lingkungan cerna bersifat asam.Apabila keduanya terjadi bersamaan akan terjadi penetralan asam basa yang membuat pencernaan terhambat,walaupun masih ditopang oleh sangat sedikit enzim yang mampu bekerja dalam suasana asam basa netral.Bahkan makanan yang terlalu lama tinggal dalam organ pencernaan inilah yang akan membusuk dan menimbulkan toksin/racun.(sumber,Saya pilih sehat dan sembuh.Dr Tan Shot yen)..
Bahasanya terlalu njelimet memang,orang itu yang nulis dokter...pakar kesehatan yang bahasanya susah untuk dicerna untuk seorang ibu rumah tangga macam aku ini..
tapi aku tak khawatir,Di grup Food combining indonesia,segala macam pengetian aturan,juklak,semua dikemas dalam bahasa yang mudah dimengerti,tapi intinya sama saja,sama percis.
apalagi kibulan-kibulan bang erikar lebang di tweeter,yang katanya penuh motivasi dan nyenengin,sayang aku ndak bisa buka tweeter dan follow suhu food combining yg satu ini di tweeternya,soalnya lupa passwordnya hihi alasan..
tapi aku bisa baca-baca di web nya bang EL,buku nya,dan banyak sumber lagi...tenang satu2,habisin dulu buku Dr tan ini..baru nyabang ke sumber lain,maklum aku ini hanya ibu rumah tangga biasa dan seorang penjahit yang pura-pura sibuk,jadi belum ada waktu yang benar-benar banyak untuk melahap semua informasi yahud dari berbagai sumber itu.

Baiklah,lanjut...
» Golongan (1) tidak boleh dimakan berbarengan dengan golongan (3) karena:
 -karbohidrat tepung/pati dicerna sendiri dalam waktu 1-1,5 jam,dimulai dari rongga mulut saat mengunyah.Liur mengeluarkan enzym ptyalin(yang sudah mampu memecah turunan tepung hingga 75 %)
 -sedangkan protein hewan merangsang lambung mengeluarkan asam dan mengaktifkan enzym pencernaan yang bersifat asam untuk dicerna dalam waktu sekitar 4 jam.
 -bila tepung dimakan bersamaan dengan protein hewan,maka "penetralan pencernaan"dan lambung menjadi sangat lambat mengosongkan isinya bisa hingga 8 jam lebih.
 -karbo jenis tepung akan meragi membentuk alkohol bersama protein yang akan membusuk karena pencernaan tidak diteruskan.peristiwa ini akan merangsang pertumbuhan bakteri anaerob yang mencetuskan racun toksin.
 -pencernaan bersifat toksik pun mendorong peningkatan berat badan(pantas badanku ini terus melebar karena selama ini salah kaprah),karena usus halus menyerap lebih banyak dari ang seharusnya (leaky gut syndrome).Sedangkan protein dan karbohidrat tepung sejak dari lambung belum dicerna secara sempurna maka tubuh mengenali zat yang diserap usus halus ini sebagai benda asing(bukan zat gizi yang mestinya diterima).

Butuh beberapa kali baca baru mengerti,hehe lemoooot maklum fikiran terbagi kemana-mana.
Tapi teori-terori itu sudah mampu aku terima sedikit demi sedikit.
sambil belajar,sambil jalan...kalo belajar dulu jalannya belakangan keburu the end aku,ibarat meracuni diri sendiri..

Baiklah,tujuan utamaku menuliskan perjalanan Food combining ini,untuk motivasi dan penyemangat saya sendiri,Agar tetap istiqomah..aku belum berani ngajak teman2 atau bahkan keluarga seperti yang sudah dan sedang teman-teman seperjuangan lakukan,aku ingin menjalani sendiri dulu,biar tenang,biarlah semua tahu dan mengikuti jejakku ketika melihat keberhasilanku mengobati penyakit dengan mengganti pola makan seperti ini.
karena lebih mudah melindungi kedua kaki dengan sandal,ketimbang menyelimuti seluruh muka bumi dengan permadani,berupayalah mengubah dirimu sendiri,bukan orang lain..begitu kalo kata om Anthony de Mello....

Besok...beberapa hal akan aku kembali tulis disini,mudahsmudahan yang suka ngintip blog ini enggak pernah bosan dengan catatanku yang membosankan ini...

Perjalanan Food combiningku :)

Catatan penyemangat bag 1

Apa yang kamu fikirkan ketika melihat angka 289??
Menjerit histeris jika 289 itu artinya tiba-tiba ada 289 ratus juta rupiah direkeningmu,atau membelalakkan mata ketika melihat tiba-tiba ada 289 gram emas di brankasmu,hihi..
atau lari terbirit-birit jika 289 orang ganteng ngejar-ngejar kita wkwk...
tau gak apa yang aku fikirkan ketika melihat angka itu,oo em jiiii..... umurku baru menginjak 26 tahun,belum punya anak,belum punya rumah,belum punya mobil,belum bisa berangkat haji/umroh,belum bisa membahagiakan mamah sama ayah hwa..hwaa...hwaaa... Langsung keringetan,keringet dingin,sekujur tubuh tiba-tiba kesemutan dan yang difikirkan adalah aku belum mau "the end"(ngutip perkataan seseorang hehe).

Emangnya apaan sih...ada apa dengan angka itu?kok sebegitu lebay nya...
Begini,Minggu lalu pak suami sakit,demam dan pusing.Bos nya yang baik hati itu nyuruh berobat di dokter perusahaan,dan meluncurlah kami kesana,mengendarai sebuah matic merah,mendaki gunung lewati lembah,dengan gemetar dan keringetan karena baru pertama kali bawa motor ke luar kota,bonceng orang sakit pula.. :D
Hingga akhirnya sampailah kami di klinik dokter tersebut,biasa lah diruangan dokter di periksa-periksa standar,periksa detak jantung pake stetoskop,sampai saat ini aku penasaran dan pengen nyobain pake stetoskop hihi parah amat ya..,terus timbang-timbang badan,diperiksa tekanan darah dan cek kolesterol,nah ngomong-ngomong soal kolesterol kok tiba-tiba terbersit keinginan untuk periksa juga,pengen tau aja,secara badanku ini udah kayak badak hamil aja hihi...

Itu dokter punya indra ke 6 kali ya,kok tiba2 dia nanya begini pas aku lagi asyiik-asiknya melamun,"kenapa mbak,mau periksa juga?"wow tepat,ajimumpung juga soalnya biaya periksanya ditanggung perusahaan hihi edisi emak-emak pelit.
dengan senyum malu-malu penuh pesona akhirnya aku anggukkan kepala dan bilang iya dengan nyaris berbisik..
Aku liat pak suami hanya geleng-geleng kepala,sambil senyum sinis penuh ledekan..kenapa A?hehe

Bu dokter yang sedikit genit pun akhirnya kembali mengeluarkan sebuah alat yang tadi sempat di pakai suamiku,lalu kusodorkan jari tengahku pada dokter itu,bukaaaaann bukan jari tengah yang berarti f*ck,tapi aku sodorkan untuk ditusuk sedikit menggunakan alat yang namanya lancet,dan cpreeettt...darah segar pun keluar,jika berada di tengah laut darah ini mampu mengundang puluhan hiu,dan jika berada ditengah malam tanpa bawang putih maka darah ini akan menggelitik hidung mr dracula dan dia pun akan segera menjilati leher jenjangku,iiihhh ngacooooooo!!
Darahnya dimasukkan kedalam sebuah stik dan menunggu proses selama 150 detik,waktu yang lumayan untuk sekedar mengetahui hasilnya..

Itulah yang terjadi,angka 289 terpampang dilayar yang mini itu,dan angka normalnya 160-200...dan sejak saat itu aku mulai berfikir macam-macam..bagaimana kalo begini bagaimana kalo begitu atau bahkan "the end".Kalau sudah begitu nyesel deh karena semalam makan malam dengan menu,Nasi liwet gurih,ayam,tempe dan tahu goreng,(bahkan jengkol goreng),sambal lalapan dan ikan asin,Parahnya tuh makanan sebelum dimakan bukannya dijampe-jampein berdoa supaya berkah malah di jepret sana dan jepret sini lalu dengan bangganya di upload di facebook dan dijadika display picture di bbm.Kalau saja mereka yang ber ooohhhh...dan aaaahhhhh komen tu foto di fb tau apa yang aku rasakan sekarang mereka akan tertawa lepasss dan berkata "syukuriiiiiiin" dan aku hanya akan bisa menangis,menangis darah....ya elah apaan sih.
Dan kembali mengingat dosa lainnya,yaitu dua hari sebelumnya,kusantap makanan tradisional,hasil tangkapan sang mama dikolam depan rumah,dia adalah tutut,makanan yang aku suka,makanan yang berkali-kali membuatku mabok dan aku tak pernah jera,hingga ahkirnya terjadilah lonjakan angka itu,
Dan dosa-dosa yang tak terhitung jumlahnya,ngabisin setengah lusin donat yang penuh gula,makan bistik sapi,babat sapi,bakso,seblak ceker,mie ayam,dan serombongan gorengan,balabala gehu dan kawan-kawannya...Kali ini aku tobat..bukan sekedar tobat sambel ato tobat-tobatan,aku ingin sehat,ingin menjadi istri yang sehat,ibu yang sehat,anak yang sehat dan belum mau the end.
Kembali mengingat masa-masa perjuangan menurunkan berat badan...diet,diet dan diet.Diet bukan berarti ngurangin porsi makan supaya menjadi kurus,tapi mengganti pola makan dari yang tidak sehat ke pola makan sehat,itu semua pernah dilakukan beberapa bulan lalu dengan hasil turun berat badan 10kg..badan enteng..tidur nyenyak..jauh dari penyakit,tapi itu dulu,beberapa bulan yang lalu.Sekarang hidupku kacau lagi,kacau karena makanan,Mie instan,makanan cepat saji dkk,semenjak pindah rumah semua berantakan bahkan timbanganpun geser 2 angka ke kanan,dan paling parah munculnya angka 289 itu.
Mataku kembali terbuka,baru terbuka setelah rasa sakit di punggung mulai menggila,lalu mengingat penyakit-penyakit lain yang berkaitan dengan kolesterol tinggi salah satunya serangan jantung..amit-amit.. :(
Tadinya hanya terasa berat-berat dipunggung saja,tapi setelah angka 289 itu terlihat tiba-tiba jadi ngerasa sakit,tekanan darah menjadi rendah dan aku yang terlihat bugar ketika masuk ruangan dokter menjadi aku yang terlihat sedang sakit parah ketika keluar dari ruangan dokter.Aku jadi tak sanggup bawa motor lagi,apalagi perjalanan lebih dari 20 km.Jadinya pak suami yang bawa motor,sebenarnya dari rumah dia yang sakit,pulang ke rumah aku yang parah wkwk.
sepanjang perjalanan,aku berfikir keras,sambil chating di Whatsapp dengan seorang teman,yang konon dia juga kolesterol,dia memberi saran minum produk susu olahan yang katanya bisa menurunkan kolesterol(hei "dia",mudah-mudahan kamu baca ya,dan terimakasih sarannya),aku nurut aja,langsung beli dan langsung minum,tapi si perut gak nerima dan hasilnya aku sembelit hihi..
Bertekad balik lagi aja ke pola makan saya yang dulu,yang dapat panduannya dari salah satu website..efektif tapi ribet,tak apalah yang penting sehat..
tapi niat itu tak pernah terlaksana...niat tinggal niat..bakso mah tetep dimakan,bandel ya..
Hingga akhirnya suatu sore,melipir ke kantor pak suami dan bu bos nya yang baik itu minjemin 2 buah buku..buku wow mataku langsung terbuka lebar.
yang pertama the miracle of enzyme penulisnya Hiromi shinya,MD Guru besar kedokteran Albert Einstein college of Medicine,AS dan Saya Pilih sehat dan sembuh penulisnya Dr tan shot yen,satu kata untuk kedua buku itu..wow
mataku kembali terbuka lebar,saking lebarnya aku melotot,selama ini aku salah....aku menyimpan sampah dalam tubuhku.
Disini,dalam buku ini aku mengenal food combining,dan kebetulan sekali seorang teman seperjuangan memberi saran tentang ini juga,hingga akupun gabung di grup food combining indonesia di fb..lagi-lagi mataku kembali dibuat terbuka lebar,hati kecilkupun berteriak bahwa selama ini aku salah...
Food Combining? apa itu?
penasaran??tunggu postingan besok wkwk udah ngantuk soalnya :D

Selasa, 27 Mei 2014

Ikan Galau

Kita sedang terombang ambing..
ya,kau dan aku...
mengapung diantara dasar laut dan permukaan laut.
tepat ditengah..
kita terlalu takut,
untuk berenang ke permukaan,
ada kapal nelayan yang jaringnya sudah terpasang..
dan kita terlalu pengecut untuk turun kedasar laut..
ada ubur-ubur dan terumbu karang yang tajam..
tidakkah kau takut disini,
karena sesungguhnya aku sedang takut...
serombongan hiu akan mengoyak tubuhmu...
mecabik wajahku...
dan memisahkan jerat cinta yang telah kita sulam..

kalau begitu aku bosan menjadi ikan...
aku ingin mencoba menjadi burung pelikan..
memakanmu,agar kau hanya menjadi milikku saja.

Sabtu, 24 Mei 2014

Titipan rasa untuk dia yang dipanggil 'kakak'

Kak,
Aku enggan melihat dunia jika hanya sendiri tanpamu
tapi kau buta, sengaja membutakan matamu untukku
Kau enggan ketika ku berkata kau berpaling,
nyatanya memang begitu kak,
aku menyaksikan karena aku tidak buta.
kau bilang jengah...
tapi aku membatu dan memilih menyusur senyum yang sedang kau tenun.
sementara, seseorang disana menunggumu..
membuat ukiran disudut bibirnya,
agar kau kembal dan lelah berpaling

Kak,
aku memilih pergi melihat dunia sendiri
meski dikepung ketakutan
meski ditelanjangi matahari
dan diporakporandakan badai
aku takut kak, tapi aku teguh dan memilih pergi. Tanpamu.

pulanglah kak,
ukiran itu disebut senyum
lebih manis dari sebongkah gula batu...
lebih berkilau dari sebutir mutiara.
karena itu milikmu yang mutlak.


Senin, 19 Mei 2014

sejengkal cerita lalu

Kita bercerita yuk?
Atau sekedar napak tilas, mengenang sejengkal demi sejengkal langkah kita.
Ada satu pohon besar dikota garut, tepatnya di jalan(aku lupa nama jalannya) di depannya ada tukang es goyobod, ingat? Ya, disitulah untuk kesekian kalinya kau melamark, untuk kesekian kali nya karena beberapa bulan sebelumnya kau telah menyematkan cincin pertunangan di jari manisku.

Aku tidak pernah bimbang, tapi aku bingung, sebuah kontrak kerja yang telah ku tandatangani berisi "tidak boleh menikah sebelum masa kerja 2 tahun"
kita tak pernah kehabisan akal, kau dan aku memutuskan menikah diam-diam, hanya keluarga, teman dekat dan kerabat yang tahu. Enam tahun yang lalu tepatnya 20 mei 2008. Aku bahagia, meski lelah karena hanya sehari waktu yang kupunya.

Tanggal 19 masih kerja, tanggal 20 menikah di jadwal off dan tanggal 21 pagi kerja kembali.
Merasa paling bahagia sekaligus merasa paling tidak bahagia. beginikah rasanya menikah diam-diam? Gimana dengan yang kawin lari ya? :D

Dua bulan setelah menikah, aku sakit, ingat? Betapa panasnya suhu tubuhku, betapa bertambah kurusnya badanku, betapa lemahnya daya tahan tubuhku, hingga akhirnya aku benar-benar ambruk dan tak sanggup melanjutkan bekerja. Padahal saat itu tanpa kita ketahui telah tertanam buah cinta kita di rahimku.

Akhirnya dua bulan kemudian kita tahu tentang kabar kehamilan ini, keadaanku semakin bertambah parah, menjelang magrib menggigil hebat, badan panas tapi rasanya dingin.

Rumah sakit demi rumah sakit didatangi, dokter demi dokter dikunjungi. Pil demi pil kapsul demi kapsul aku telan tanpa tahu akan berakibat fatal untuk bayi yang sedang aku kandung. Penderitaan belum berakhir, sebuah bisul besar tumbuh di belakang telinga kiri dan batuk yang tak henti-hentinya menyerang siang dan malamku.

Menjelang akhir tahun 2008 kesehatanku sedikit membaik, seiring bertambah besarnya perutku, mungkin morning sicknesnya berakhir pikirku. Tapi batuknya tak pernah berakhir, bisulnya tak pernah kempes, sudah enggan rasanya menelan pil-pil itu.

Aku lupa, entah siapa yang memberi informasi tentang pengobatan tradisional di kota Tasikmalaya, namanya Asep endog. Endog berarti telor, ya, cara mengobatinya memakai media telur. Telapak kaki di urut dengan telur. Sakitnya luar biasa, tapi rasa gatal di tenggorokan seolah sirna, mungkin hanya sugesti saja.

Perjalanan Garut-Tasik, Tasik-Garut ditempuh dengan sepeda motor, dengan medan jalan yang berliku-liku dan bodohnya, tak pernah berfikir panjang tentang keadaan simungil diperutku. Aku egois karena mementingkan diri sendiri, ibu macam apa aku ini.

Tanggal 31 Desember, malam tahun baru, kau dan aku menikmati indahnya kembang api dari balkon kamar kita. Aku yang mulai beser naik turun tangga hanya untuk membuang 'sesuatu' yang memenuhi kantung kemihku. Lalu kembali lagi keatas untuk melanjutkan melihat pesta kembang api dari balkon kamar.

Keesokan harinya, perut kiri bagian bawah mulai terasa seperti dicubit, sakiiiiitttt sekali, gerakan simungil pun semakin aktif. Lalu esoknya lagi rasa sakit mulai menyebar hingga perut kanan bagian bawah dan atas saran bidan aku mulai bedrest.

Keadaan tak pernah bertambah baik, batuk yang sempat ngumpet beberapa hari kini datang lagi, simungil makin agresif dan yang paling menyedihkan adalah keluarnya darah serta lendir bening dari jalan lahir. Sakit yang seperti dicubit pun kini berubah menjadi mulas, seperti hendak "maaf" buang air besar. Aku tau itu pertanda buruk, tiga hari tiga malam menahan sakit yang semakin intens, mulanya 10 menit sekali, hingga sedetik sekali. Pada saat itu kau tetap harus bekerja, sempat kesal dan marah pada atasan berkepala botak yang menuntutmu untuk bekerja sementara istrimu menahan sakit.

Rabu, 7 januari 2009, pagi-pagi mulasnya hilang, ingat game capsule? Itulah yang menemaniku di pembaringan sementara kau bekerja dan mendatangi Rumah bersalin daftar untuk periksa sore. Menjelang tengah hari simulas datang lagi, ditemani dengan si batuk dan denyutan si bisul. Menderita sekali aku saat itu, simungil tetap bergerak aktif dan simulas mulai tak ada jeda nya, aku tetap menguatkan diri dengan capsule, game warna warni yang memaksa aku untuk tetap sadar ditengah rasa sakit. Hingga akhirnya,tanganku tak mampu menopang sebuah ponsel sekalipun, aku terkapar.

Dengan sisa tenaga yang aku punya, aku menelponmu. Pengen nangis ketika kau bilang dokternya belum ada, sedangkan rasa sakit sudah tak kuasa aku tahan lagi. Akhirnya, dengan modal nekad, aku dan mbu berangkat ke RB, menyusulmu. Sungguh saat itu aku hanya ingin si mulas segera reda. Berharap si mulas segera pergi jauh dan berharap simungil baik-baik saja didalam. Dia tetap bergerak aktif selama perjalanan.

Sesampainya di RB, kaget bukan kepalang karena dapet nomor antrian 26 sedangkan saat itu aku sekarat, simungil tetap bergerak aktif dan simulas sama sekali tidak memberi toleransi. Baru terpikir sekarang kenapa tidak langsung saja pergi ke UGD.

Ingat si bidan centil? Ya, yang matanya pakai softlens berwarna biru dan gigi yang dipager biru juga, udah judes, nyebelin pula. Untung saat itu datang bidan yang cantik,baik dan sederhana, dia langsung membawaku ke ruang tindakan dan dengan cekatan dia memasang sarung tangan karet lalu melakukan VT kepadaku. Oemjiiiiii bagian ini bagian yg paling aku benci.

Vt selesai, dengan menyesal bidan cantik mengatakan bahwa sudah terjadi pembukaan dan si mungil akan segera keluar. Aku menangis, si mungil harus keluar di usia kehamilan 24 minggu! Sangat tipis harapan untuk dia bertahan hidup.

Setelah itu aku tak tahu apa yang terjadi, bukan berarti aku tak sadarkan diri, tapi rasa sakit mendominasi pikiranku saat itu, sakit secara fisik aku masih bisa menahan,dan sudah terbiasa dengan hal itu selama berminggu-minggu. Rasa sakit yang sedang ku rasakan adalah sakit di bagian yang sulit untuk dijelaskan, jauh di dalam, dan saat ini pun sakit itu kadang-kadang singgah.

Aku berbaring di sebuah ruangan, bau antiseptik menyeruak melalui rongga hidungku, ruangannya putih, dan aku dikelilingi gadis-gadis berbaju putih, bukan malaikat bukan pula mahluk astral, mereka calon-calon bidan yang sedang kerja praktek di klinik itu. Hanya satu bidan yang kelihatannya sudah senior. Mukanya masam aku ingin mencakarnya ditengah rasa sakit yang mulai menggila :D.

Dahulu saat petang, turun hujan dan petir menyambar,
aku menangis menahan sakit,
aku terluka,tersayat
kau hadir namun aku kehilangan
darahku adalah darahmu
lukaku adalah lukamu
pedihku adalah pedihmu.

kau hadir namun sekejap
harapan yang telah membumbung tinggi
kini hanya berupa serpihan
lalu kau pergi dengan tenang
dan ku bayar dengan butiran air mata.


Kejadiannya begitu cepat, dari sejak aku dibaringkan di ruang tindakan, disuruh berbaring miring, lalu mulai menggigil kedinginan. Rasa dinginnya mengalahkan rasa mulas, dan ternyata sebagian perempuan yang hendak melahirkan memang merasa kedinginan saat proses pembukaan berlangsung.

Dokter pun tiba, diiringi oleh hujan, petir, dan suasana yang mencekam. Ranjang klinik yg terbuat dari besi berderit-derit karena aku yang menggigil. Saking sakitnya, aku berfikir, ini kalo dibawa berlari enak kayaknya,sakitnya ilang kayaknya.

Setelah dilakukan beberapa tindakan, akhirnya ketuban pecah dan dingin pun hilang nyaman rasanya, dan perjuangan sesungguhnya baru akan dimulai. Jadi ingat mama, beginikah rasanya ketika mama mengeluarkanku dari rahimnya? Sangat sakit. Namun sakitku berbeda, ketika sakit yang dirasa sirna maka kesakitan lain akan segera singgah, dan itu kau pun tahu mengapa.

Tepat jam 17.30 sesosok pria mungil lahir dengan sebuah senyuman, dia begitu tampan, meski aku hanya bisa tahu dari ceritamu, dari cerita orang-orang, karena yang kulihat hanyalah telapak kakinya yang begitu merah, entah kenapa kalian semua tak mengizinkan aku melihat malaikat kecil itu. Hingga akhirnya dia pergi, dan takkan mungkin kembali kepadaku.

Huaaa ... berasa udah kepanjangan, nanti-nanti aku lanjutin ceritanya.



Selasa, 06 Mei 2014

acel mau curcol :)

Arti sebuah Dapur

Namaku Acel, aku hanyalah seorang ibu rumah tangga yang suka memasak dan pernah bercita-cita menjadi juru masak. Tapi itu hanyalah cita-cita seorang bocah ingusan yang sering diajak-ajak sang nenek ngerjain proyek katering. Mikirnya,jadi juru masak itu enak, bisa makan sepuasnya, pulangnya bawa masakan banyak dan sebuah amplop berisi lembaran rupiah, uuuggghhh ... untuk seorang anak,  itu adalah sesuatu yang istimewa, sehingga akhirnya cita-cita itu berubah menjadi satu keinginan, keinginan yang besar untuk bisa memasak.

Semula, hanya ngintilin nenek sekedar ikut karena dirumah tidak ada teman, hingga akhirnya sekarang sudah dipercaya memegang beberapa menu masakan dan beberapa kudapan.
Di percaya menjadi asisten nenek, tinggal selangkah lagi untuk menjadi seorang juru masak yang dicita-citakan.

Tapi sayang, saat ini banyak sekali perusahaan katering yang lebih wow, itu sebabnya jarang sekali ada panggilan masak lagi. Masalahnya, memasak selalu menjadi hal yang dinantikan dan dirindukan.  Aku bisa bebas beraksplorasi, berekspresi dan menjadi diri sendiri.  Jauh lebih percaya diri ketika berada di dapur dan memasak.

Bicara soal memasak, pasti tak lepas dari sebuah dapur. Ya, tanpa dapur, kita tidak akan bisa memasak. Pernah suatu ketika ketika virus galau melandaku aku menulis sebuah status di akun jejaring sosialku, tentang keinginan terbesarku memiliki sebuah dapur. Aku ingin membuat kornet lidah sapi kesukaan suamiku di dapur itu. Aku ingin membuat gudeg jogja di dapur itu. Aku ingin membuat brownis kukus dengan taburan almond di dapur itu. Tapi sayang pada saat itu semua tak bisa aku lakukan. Loh, kenapa? Kemana dapurnya?

Bukaaaan, rumah yang ku tempati bukan tidak memiliki sebuah dapur, tapi ya namanya hidup numpang, susah berekspresi. Susah melakukan hal-hal yang menyenangkan di dapur. Hingga akhirnya aku kembali menulis sebuah status,"aku ingin sebuah dapur,dapurku sendiri."

Pernah juga suatu ketika, aku diundang menghadiri syukuran rumah baru tetangga di komplek tempat ku tinggal. Yang namanya syukuran rumah baru gitu, pastinya kita, apalagi ibu-ibu pada kepo kepengen liat isi dari rumahnya, kamarnya ada berapa? Bagaimana kamar mandinya dan tentunya dapur. Sudah, pulang dari sana hanya bisa melamun, membayangkan betapa beruntungnya memiliki sebuah dapur, bukan dapur mewah dengan kitchen set yang serba mahal, tapi sebuah dapur mungil, bersih, nyaman berwarna abu-abu. Melihatnya aku membayangkan memasak pindang tulang iga khas sumatera selatan, atau hanya sekedar membuat pie apel untuk teman nonton tv. Virus-virus galau mulai menyerbuku lagi, semakin galau macam anak abege yang tengah dimabuk cinta. Tapi ya, aku memang sedang dimabuk cinta, kepada sebuah dapur, dapur impianku.

Hingga mungkin my lovely hubby, merasa kasihan dengan keadaan istrinya yang tengah merindukan sebuah dapur, dan disinilah aku sekarang. Lagi ngetik sambil masak didapur, dapurku sendiri, masakan pertama didapur ini hanya ayam goreng dan tahu goreng, tapi ckckck rasanya jauh lebih nikmat dari nasi padang karena dimasak dengan cinta didapur yang penuh cinta.

Sampai saat ini, dapur adalah tempat favoritku, tempat terbaikku, tempat aku mencurahkan segala perasaan, rasaku ada dalam masakan, hihi.

Aku menemukan cinta di dapurku.
Aku menemukan gairah yang terpendam didapurku.
Aku akan terus berkarya dan memasak didapurku.
Nanti kapan-kapan aku share resep masakan terbaikku disini deh.

lagi-lagi

Kalau begitu katakan padaku arti dari sebuah cinta
Tunjukkan padaku wujudnya
Berikan padaku aromanya
Dan biarkan aku mengecap rasanya
Tak perlu aku tahu dari sebuah lagu cinta
atau sebait puisi yang sarat akan makna
Cukup darimu, dari dirimu

Kalau begitu katakan padaku arti dari sebuah ketulusan
Tunjukkan padaku wujudnya
Berikan padaku aromanya
Dan biarkan aku mengecap rasanya
Tak perlu aku tahu dari setangkai mawar tak berduri
Atau seiris brownies yang slalu manis
Cukup darimu, dari dirimu.

lagi... :)


Aku membuka tirai
ku lihat buram dan muram
sisa hujan dan embun membasahi kaca yang menutup jendela kamarku
ku tulis namamu dan ku ukir sebuah senyum diatas kristal yang mendingin
dari sini aku bisa melihat sebuah bintang
dan aku takkan berdusta dengan berkata bahwa bintang itu mewakili dirimu
mengintipku yang terlelap dalam senyap
itu hanyalah bintang!
benda langit yang selalu menjadi kambing hitam
tak ada hal yang bisa menggambarkan dirimu
tak ada hal yang bisa mewakili dirimu
kamu ya tetap kamu
dengan asap rokok biru mu
dengan secangkir sari jeruk kesukaanmu.

Minggu, 23 Maret 2014

Puisi

Tentang Sahabat
 :Adalah sebuah lagu

Dengarkan desiran lembutnya,
Ketika sebuah lagu mengalun,
Seorang sahabat terbang dibuatnya
Dia mendobrak satu celah kehidupan,
hingga dia kembali ke masa kecilnya yang suram
dan sampai saat ini menjadi gelap.

Dia sedang terhanyut,
terbawa ke dasar ingatan
yang selalu membuatnya kalut

Lalu dia terseret
kedalam hamparan luas kesakitan
dari masanya yang silam.

Saat kesendirian adalah hidupnya,
saat kepenatan adalah teman setia nya,
dan saat semua orang menganggapnya mahluk figuran.

Hanya satu senyum yang ia persembahkan,
tersungging dari bibirnya,

Seraya bertanya:
"Apakah kau punya kisah masa kecil yang bisa kau ceritakan?"

2007
untuk sahabat

Puisi

Tentang Aku dan Api

Aku bermain api lalu terbakar
karena api yang menyambar,
lalu siapa yang menjadi kambing hitam?
aku yang bermain-main?
atau api yang menyambar?
karena saat ini aku terbakar dan api terus menyambar,
bisakah keadaan yang menjadi kambing hitamnya?
karena ...
aku dan api saling merindu.