Dia dipanggil ayah..
Tubuhnya kurus,
tapi senyumnya begitu tulus....
pipinya mulai tirus...
dan jalannya tertatih berusaha tetap dijalan yang lurus...
Dia dipanggil ayah..
rambutnya memutih,
tapi dia tak pernah letih...
meski ku tahu dia ringkih...
karena sesungguhnya bukan orang terlatih...
Dia dipanggil Ayah...
Aku yang memanggilnya,
karena aku mencintainya,
karena darahnya telah mengalir dipembuluh darahku...
kala hentakan jantungku yang pertama..
karena dagingnya telah membungkus belulangku..
kala dentuman jantungku yang pertama...
Dialah ayahku...
Pria tangguh yang tetap teguh...
Hanya sedang ingin berimajinasi, tanpa berhalusinasi. Inilah aku, inilah rasaku.
Minggu, 15 Juni 2014
Rabu, 04 Juni 2014
Mozaik Doa-doa Imam Al-Bushiri
Muhammad bin Sa'id bin Abdullah Al-Shanhaji Al-Bushiri Al Mishri (608 H/1212M- 696 H/1296 M) adalah seorang penyair dengan tutur (gaya) bahasa yang elok dan indah. Nama Al-Bushiri dinisbatkan pada "bushir", salah satu wilayah(kekuasaan) bani Suwaif di Mesir, tempat asal ibunya. Silsilah nasabnya berasal dari maroko, benteng pertahanan hamad, dari sebuah kabilah yang dikenal dengan nama bani Habnun. Ia dilahirkan di Bahsyim, salah satu wilayah Bahnawiyah, dan meninggal di iskandaria. Syairnya yang paling terkenal adalah Al-Burdah(selimut) dengan entry (intro)nya, "Adakah titian tangga dari ingatan para penolong."
Kita kutipkan beberapa bait Syairnya berikut ini.
Kuabdikan diriku pada-Nya
dengan selaksa puji
Mengampun dosa sepanjang usia
lewat syair dan bakti
Kala merapal padaku segala ujung
menggetir duka
Seakan dengan keduanya aku
merengkuh sukacita
Kuturuti sesat kehendak dalam
dua keadaan
hanya dosa dan sesal kudapatkan
betapa kerdil meniaga jiwa
Agama tak 'kan menjelma dunia,
tak pula mendamai
Sungguh keji penjual keabadian
dengan kefanaan
saat menjajakan saat melepaskan
kala datang ketentuan dosa dari Nabi
tak ada pretensiku menentang, tak
pula ikatan
sungguh aku berutang padanya
dengan menyebut
Muhammad, Makhluk paling
sempurna 'tuk disebut
jika ada yang membimbingku
merengkuh surga
pastilah kaki ini terantuk jatuh
menggelepar(dineraka)
jangan biarkan pendamba
kemuliaan terhalang
atau ditinggal penolong tanpa
perhatian
sejak kucurahkan seutuh pikirku
merapal puji
Kutemukan dia teristimewa
selamatkan aku
Tak 'kan sirna kekayaan dari-Nya
menghempas
Kehidupan menumbuh Bunga-bunga
di ujung bukit
Bukan petikan bunga dunia
kuharapkan
Dengan memuja hasrat renta di tangan.
(sumber,doa-doa paling indah untaian katanya,Amil nashif,Bagian 7)
Kita kutipkan beberapa bait Syairnya berikut ini.
Kuabdikan diriku pada-Nya
dengan selaksa puji
Mengampun dosa sepanjang usia
lewat syair dan bakti
Kala merapal padaku segala ujung
menggetir duka
Seakan dengan keduanya aku
merengkuh sukacita
Kuturuti sesat kehendak dalam
dua keadaan
hanya dosa dan sesal kudapatkan
betapa kerdil meniaga jiwa
Agama tak 'kan menjelma dunia,
tak pula mendamai
Sungguh keji penjual keabadian
dengan kefanaan
saat menjajakan saat melepaskan
kala datang ketentuan dosa dari Nabi
tak ada pretensiku menentang, tak
pula ikatan
sungguh aku berutang padanya
dengan menyebut
Muhammad, Makhluk paling
sempurna 'tuk disebut
jika ada yang membimbingku
merengkuh surga
pastilah kaki ini terantuk jatuh
menggelepar(dineraka)
jangan biarkan pendamba
kemuliaan terhalang
atau ditinggal penolong tanpa
perhatian
sejak kucurahkan seutuh pikirku
merapal puji
Kutemukan dia teristimewa
selamatkan aku
Tak 'kan sirna kekayaan dari-Nya
menghempas
Kehidupan menumbuh Bunga-bunga
di ujung bukit
Bukan petikan bunga dunia
kuharapkan
Dengan memuja hasrat renta di tangan.
(sumber,doa-doa paling indah untaian katanya,Amil nashif,Bagian 7)
Selasa, 03 Juni 2014
Mozaik Doa-doa Al-Bar'i
Abdurrahim bin Ahmad bin Ali Al-Bar'i Alyamani (m.803 H/1400 M) adalah seorang penyair sufi,berasal dari penduduk "niya-batain" (dua delegasi kepercayaan) di Yaman yang banyak memberi fatwa dan arahan.Nama Al-Bar'i dinisbatkan pada Bura' ,sebuah gunung di Tahamah.ia memiliki kumpulan syair (dîwan) yang sebagian besar berupa puji-pujian kepada nabi.
PADA ANUGERAHMU MELEKAT HARAPKU
Duhai tumpuanku, pada anugerah-Mu
melekat harapku
Kala segenap keluarga dan harta
tak menyata guna
Aku menumpu pada-Mu, karena
kutahu kasih-Mu padaku
Kala manusia menghadang tak
'kan jauh dariku
Luruhkan musuh-musuhku padaku
dan tunaikan utangku
Duhai tumpuanku, betapa berat
beban segenap makhluk
Ampunan dari-Mu padaku tak
'kan terhalang
kala menyata padaku syahadat di
ujung kata dan realita
kala mereka menabir dua mataku
dan pergi menangis
jadikanlah aku mendengar segala
kata dari mereka
Anugerahkanlah daya lapang dan
selasih padaku
Saat sekarat dan represi kematian
menyergap
Malaikat maut datang
menyambangiku
Dan segenap jiwa menanggal usia
Para malaikat suci menjemput jiwa
padanya
Melangkah pergi menuju cita kasih-mu
Dengannya mereka datang
menghadap-Mu, Tuhan
jibril dan mikail menyerahkannya
pada Zat kesucian
Lalu tak lama ia berpaling ke
tempat aku disucikan
Tiadalah untukku dan laksana aku
tanpa Kemurahan-Mu
Duhai Zat yang tak ada laksana serupa
mendekati-Nya
Dihadapan-Mu,kini aku makhluk
terbuang.
Sibuk sendiri untukku abaikan
yang lain.
Duhai sang Pengampun, curahkan
ampunan dari-Mu padaku
Hingga tak tersisa beban dosa-dosa
dipundakku.
bila telah kusinggahi rumah pusara
tak ada ayah, tak ada paman disana
Duhai Zat Penciptaku, bimbinglah
aku merapal jawaban
Dirumah pusara itulah tanya dan
jawab merapal serta
tak ada harapan menggantung disana,
tak pula amalan
akupun takkan bisa berkilah
harap balasan
maka bukakanlah pintu keridhaan
untuk ruhku menuju Firdaus
Menggiring jiwa-jiwa terkurung
Gelap menuju lapang
Bimbinglah anak-anak dan para ibu
dibelakangku
ketika berjumlah anak
mengikutiku
Hingga kala segenap kematian
ditebar serta
urat-urat leher segala makhluk
bergetar meregang nyawa
Ruh ditubuh tak berdaya pun
pergi,kembali
jejaring perangkat tubuh itupun membau
Maka berilah aku Anugrah serta
kasih ampunan-Mu
betapa dosaku, dan pada
Kehendak-Mu segala karunia
kudamna firman-Mu
"kucukupkan lara dunia-akhirat
Untukmu wahai hamba Sang pengasih"
lalu turunkanlah perlindungan
pada penderitaan.
(sumber,Doa-doa paling indah,Amil Nashif)
PADA ANUGERAHMU MELEKAT HARAPKU
Duhai tumpuanku, pada anugerah-Mu
melekat harapku
Kala segenap keluarga dan harta
tak menyata guna
Aku menumpu pada-Mu, karena
kutahu kasih-Mu padaku
Kala manusia menghadang tak
'kan jauh dariku
Luruhkan musuh-musuhku padaku
dan tunaikan utangku
Duhai tumpuanku, betapa berat
beban segenap makhluk
Ampunan dari-Mu padaku tak
'kan terhalang
kala menyata padaku syahadat di
ujung kata dan realita
kala mereka menabir dua mataku
dan pergi menangis
jadikanlah aku mendengar segala
kata dari mereka
Anugerahkanlah daya lapang dan
selasih padaku
Saat sekarat dan represi kematian
menyergap
Malaikat maut datang
menyambangiku
Dan segenap jiwa menanggal usia
Para malaikat suci menjemput jiwa
padanya
Melangkah pergi menuju cita kasih-mu
Dengannya mereka datang
menghadap-Mu, Tuhan
jibril dan mikail menyerahkannya
pada Zat kesucian
Lalu tak lama ia berpaling ke
tempat aku disucikan
Tiadalah untukku dan laksana aku
tanpa Kemurahan-Mu
Duhai Zat yang tak ada laksana serupa
mendekati-Nya
Dihadapan-Mu,kini aku makhluk
terbuang.
Sibuk sendiri untukku abaikan
yang lain.
Duhai sang Pengampun, curahkan
ampunan dari-Mu padaku
Hingga tak tersisa beban dosa-dosa
dipundakku.
bila telah kusinggahi rumah pusara
tak ada ayah, tak ada paman disana
Duhai Zat Penciptaku, bimbinglah
aku merapal jawaban
Dirumah pusara itulah tanya dan
jawab merapal serta
tak ada harapan menggantung disana,
tak pula amalan
akupun takkan bisa berkilah
harap balasan
maka bukakanlah pintu keridhaan
untuk ruhku menuju Firdaus
Menggiring jiwa-jiwa terkurung
Gelap menuju lapang
Bimbinglah anak-anak dan para ibu
dibelakangku
ketika berjumlah anak
mengikutiku
Hingga kala segenap kematian
ditebar serta
urat-urat leher segala makhluk
bergetar meregang nyawa
Ruh ditubuh tak berdaya pun
pergi,kembali
jejaring perangkat tubuh itupun membau
Maka berilah aku Anugrah serta
kasih ampunan-Mu
betapa dosaku, dan pada
Kehendak-Mu segala karunia
kudamna firman-Mu
"kucukupkan lara dunia-akhirat
Untukmu wahai hamba Sang pengasih"
lalu turunkanlah perlindungan
pada penderitaan.
(sumber,Doa-doa paling indah,Amil Nashif)
Langganan:
Postingan (Atom)