Begini , akan aku ceritakan lagi kepadamu
tentang pesisir,tentang debur ombak, karang serta pasir ..
Kau tau , di detik detik yang rawan seperti ini
tak ada lagi yang lebih aku sukai
selain melihat kerlip lampu lampu perahu dikejauhan
yang melayarkan harapan
atau mungkin segala kesia siaan
Berdua, tentu saja
denganmu semata
Lalu angin itu, yang angkuh
yang seringkali menggagalkanku melempar sauh
tapi ketahuilah, kekasih
pada setiap hembusannya kita akan tau
betapa berharganya waktu
dan betapa sesaknya menghirup rindu
sebelum akhirnya kita membuang jarak
dan bersama sama membuat jarak
Dan batu karang yang tabah itu
ia selalu lupa kapan kesedihan akan di mulai
meski tlah jutaan kali ia saksikan
peristiwa pertemuan dan perpisahan
tetapi ia tau betul bahwa setia adalah antara dua
tinggal dan ditinggalkan
dan ia berada di keduanya
Kudengar debur ombak serupa debar di dada kita
bergemuruh serupa suara kesedihan ikan ikan
yang kehilangan udara dipermukaan
Kekasih....aku telah kalah beberapa kali
bahkan ditubuhku tlah penuh dengan duri
tetapi cintaku selalu tahu
kepada siapa ia harus mengadu
kemari....ikutlah berlayar bersamaku
sebelum angin kehilangan deru
sebelum maut mengalahkanku ...
(satu lagi punya Shep D'Dharmadi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar