Abdurrahim bin Ahmad bin Ali Al-Bar'i Alyamani (m.803 H/1400 M) adalah seorang penyair sufi,berasal dari penduduk "niya-batain" (dua delegasi kepercayaan) di Yaman yang banyak memberi fatwa dan arahan.Nama Al-Bar'i dinisbatkan pada Bura' ,sebuah gunung di Tahamah.ia memiliki kumpulan syair (dîwan) yang sebagian besar berupa puji-pujian kepada nabi.
PADA ANUGERAHMU MELEKAT HARAPKU
Duhai tumpuanku, pada anugerah-Mu
melekat harapku
Kala segenap keluarga dan harta
tak menyata guna
Aku menumpu pada-Mu, karena
kutahu kasih-Mu padaku
Kala manusia menghadang tak
'kan jauh dariku
Luruhkan musuh-musuhku padaku
dan tunaikan utangku
Duhai tumpuanku, betapa berat
beban segenap makhluk
Ampunan dari-Mu padaku tak
'kan terhalang
kala menyata padaku syahadat di
ujung kata dan realita
kala mereka menabir dua mataku
dan pergi menangis
jadikanlah aku mendengar segala
kata dari mereka
Anugerahkanlah daya lapang dan
selasih padaku
Saat sekarat dan represi kematian
menyergap
Malaikat maut datang
menyambangiku
Dan segenap jiwa menanggal usia
Para malaikat suci menjemput jiwa
padanya
Melangkah pergi menuju cita kasih-mu
Dengannya mereka datang
menghadap-Mu, Tuhan
jibril dan mikail menyerahkannya
pada Zat kesucian
Lalu tak lama ia berpaling ke
tempat aku disucikan
Tiadalah untukku dan laksana aku
tanpa Kemurahan-Mu
Duhai Zat yang tak ada laksana serupa
mendekati-Nya
Dihadapan-Mu,kini aku makhluk
terbuang.
Sibuk sendiri untukku abaikan
yang lain.
Duhai sang Pengampun, curahkan
ampunan dari-Mu padaku
Hingga tak tersisa beban dosa-dosa
dipundakku.
bila telah kusinggahi rumah pusara
tak ada ayah, tak ada paman disana
Duhai Zat Penciptaku, bimbinglah
aku merapal jawaban
Dirumah pusara itulah tanya dan
jawab merapal serta
tak ada harapan menggantung disana,
tak pula amalan
akupun takkan bisa berkilah
harap balasan
maka bukakanlah pintu keridhaan
untuk ruhku menuju Firdaus
Menggiring jiwa-jiwa terkurung
Gelap menuju lapang
Bimbinglah anak-anak dan para ibu
dibelakangku
ketika berjumlah anak
mengikutiku
Hingga kala segenap kematian
ditebar serta
urat-urat leher segala makhluk
bergetar meregang nyawa
Ruh ditubuh tak berdaya pun
pergi,kembali
jejaring perangkat tubuh itupun membau
Maka berilah aku Anugrah serta
kasih ampunan-Mu
betapa dosaku, dan pada
Kehendak-Mu segala karunia
kudamna firman-Mu
"kucukupkan lara dunia-akhirat
Untukmu wahai hamba Sang pengasih"
lalu turunkanlah perlindungan
pada penderitaan.
(sumber,Doa-doa paling indah,Amil Nashif)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar