Muhammad bin Sa'id bin Abdullah Al-Shanhaji Al-Bushiri Al Mishri (608 H/1212M- 696 H/1296 M) adalah seorang penyair dengan tutur (gaya) bahasa yang elok dan indah. Nama Al-Bushiri dinisbatkan pada "bushir", salah satu wilayah(kekuasaan) bani Suwaif di Mesir, tempat asal ibunya. Silsilah nasabnya berasal dari maroko, benteng pertahanan hamad, dari sebuah kabilah yang dikenal dengan nama bani Habnun. Ia dilahirkan di Bahsyim, salah satu wilayah Bahnawiyah, dan meninggal di iskandaria. Syairnya yang paling terkenal adalah Al-Burdah(selimut) dengan entry (intro)nya, "Adakah titian tangga dari ingatan para penolong."
Kita kutipkan beberapa bait Syairnya berikut ini.
Kuabdikan diriku pada-Nya
dengan selaksa puji
Mengampun dosa sepanjang usia
lewat syair dan bakti
Kala merapal padaku segala ujung
menggetir duka
Seakan dengan keduanya aku
merengkuh sukacita
Kuturuti sesat kehendak dalam
dua keadaan
hanya dosa dan sesal kudapatkan
betapa kerdil meniaga jiwa
Agama tak 'kan menjelma dunia,
tak pula mendamai
Sungguh keji penjual keabadian
dengan kefanaan
saat menjajakan saat melepaskan
kala datang ketentuan dosa dari Nabi
tak ada pretensiku menentang, tak
pula ikatan
sungguh aku berutang padanya
dengan menyebut
Muhammad, Makhluk paling
sempurna 'tuk disebut
jika ada yang membimbingku
merengkuh surga
pastilah kaki ini terantuk jatuh
menggelepar(dineraka)
jangan biarkan pendamba
kemuliaan terhalang
atau ditinggal penolong tanpa
perhatian
sejak kucurahkan seutuh pikirku
merapal puji
Kutemukan dia teristimewa
selamatkan aku
Tak 'kan sirna kekayaan dari-Nya
menghempas
Kehidupan menumbuh Bunga-bunga
di ujung bukit
Bukan petikan bunga dunia
kuharapkan
Dengan memuja hasrat renta di tangan.
(sumber,doa-doa paling indah untaian katanya,Amil nashif,Bagian 7)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar