Kamis, 23 Oktober 2014

salam pagi dari kakak

Aku coba berlari namun daya tak sampai.
Aku coba merayap dengan sekuat jemari-jemari
urat-urat mengawat namun daya tak sempurna.
Aku berlari mencari celah dimana akan ada ku temukan secercah cahaya, namun sulit bagiku.
Aku merayap, sesekali kulihat setitik cahaya namun sangatlah jauh...tanpa ku gapai semua semu.
Cahaya itu sukar ku dapatkan sesekali ada dihadapan namun terasa sangatlah jauh...tanpa ku petik.
Genggaman sangatlah kian menjauh...
kesempurnaan tiada batas....hanyalah yang ku peroleh.
terima kasih TUHAN, semoga kau berikan aku sekali lagi untuk menikmati hidup dan memperoleh cahaya.

Dia mengeluh seribu eluhan.
Dan berharap dengan seratus harapan.....DO'a.
Bercerita tentangnya, dan nya...
Puluhan , Ratusan , Jd pendengar bahkan merekapun bertujuan mencapai harapan.
Waktu kian demi kian melaju tenang hingga deras.
Kemana arah yang tertuju berharap...dengan sebuah harapan satu dari seribu.
Tuhan.para nabi.para kiai.para sahabat.dan mualimin ibu rama dari seorang wali.
Keringat .tekad.keinginan...
Semua...harapan semoga tak terlupa.
Kutipan demi kutipan terlukis tanpa syarat.
Bukan nyanyian untuk sekedar meredam kepiluan.
atau pujangga yang menangis mengemis belas kasihan...
Sekedar mengutip hanya namun bukan cerita di jalan juang.
Semoga saja jalan itu tak sekedar jadi tema LUPA.
Mengejar,membungkam, bercerita,lalu pedih tersayat senjata sendiri.
Berlari, bermimpi, mencapai...sebuah rasa yang lahir dr kepedihan.
Pernahkah bertanya?
pernahkah terhiburkan?
pernahkah temani sepi di taman sebelah sekolah tua?
dan pernahkah menginginkan sesuatu yang tak d harapkan jd sebuah harapan?
.....yang terlupakan.
Yang terabaikan.
Yang terbuang dan tercabikan.
Tanpa kata tanya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar