Sabtu, 31 Mei 2014

Titipan Rasa Dari seorang kakak

Putar memutar menjurai d kerakai tandus.
Apakah bumi hanya untuk sekedar hidup dan bercerita mengguratkansejarah sejarah.
Mmmmmm begitu kah?
Tapi kmn sang takdir yang d ceritakan nabi kita?
Aku tersipu dan menjurai d bwh pohon sampai buah sebesar kelerengpun membangunkan....
Lalu aku bertanya y tuhanku andai saja biji ini kau buat sebsr buah kelapa....
Takdir mungkin akan berhenti...
Mmmmmm....
Aku bukan sang takdir.
Melainkan kau tanpa cerita
Dan dunia yang sesungguhnya adalah waktu yang seperti air mengalir.

(zen)

Jumat, 30 Mei 2014

Perjalanan food combiningku...

Catatan Penyemangat bag 3

sarbuuuu alias sarapan buah....inilah yang sedang aku lakukan sekarang,sambil kunyah pelan-pelan sambil ketik sana sini,sambil chating di whatsapp,chating di bbm juga sambil lirik kerjaan rumah yang blm dikerjain,hihi bukan malas,tapi biar kunyahnya lama dan enzymnya sempurna..
Ini hari ke 4 nge FC,yang dirasakan belum banyak cuma ada satu keajaiban terjadi,biasanya kalo mau "buang sampah" harus dibantu obat pencahar,sekarang bye bye obat pencahar...
lancaaaarrrr tanpa hambatan...
Bangun pagi segelas air hangat kuku dicampur perasan lemon,diminum seteguk demi seteguk,rasanya seger...dan sekarang adalah sarapan sesi ke dua semangka kuning dengan sirsak matang pohon...
Informasi yang aku tulis benar2 belum banyak,aku yakin kalian lebih tau dan lebih pintar,nanti aja kalau sedang santai aku kembali lanjut penjelasan yang kemarin..
sekarang sekedar menuliskan segenap perasaan,sambil nemenin ngunyah...
Rasanya senang ketika tiba-tiba suami minta nge fc juga..berasa ada teman dan dukungan,meski dia blm bisa nge raw food,gpp bertahap.

Kamis, 29 Mei 2014

Rasa..

Aku tengah gigil dibalut syahdu yang disebut rindu,
raganya tak bisa terpecah,meski berusaha dibelah..
aku telah larut dalam balutan syahdu yang kau sebut cinta
yang tak berwujud,dan tak kasat mata.
ijinkan aku melangkah,ijinkan aku melepaskan ikatan
karena cintaku sayang,tak lebih dari sekedar sesal
karena rasaku,tak lebih dari sekedar khayal...
dan warnanya sudah pudar,tidak semerah dulu lagi...
jika tersentuh,sudah tak sepanas dulu lagi.
Biar aku sakit menahan rasa yang ada,
Aku lelah bermain,
aku takut terjatuh kedalam api yang kita buat...
aku takut tercebur kedalam lobang yang kita gali..
dan aku memilih hancur dari sesuatu yang kita sebut cinta..

Aku pulang ya...
kutitip selaksa rasa yang membuncah dalam dada...

Rabu, 28 Mei 2014

Perjalanan food combiningku :)

Catatan penyemangat 2

hola hola lohaaaa.....balik lagi nih,ditemeni potongan buah sebagai sarapan,ini hari kedua aku menjalani food combining,kesan pertama tidak begitu buruk,tapi salah karena buah yang pertama dimakan adalah pisang,bari tau kalo itu salah sehabis baca2 ulang kalo ternyata mangga sama pisang tidak begitu baik dijadikan buah yang pertama dimakan pas sarapan,selebihnya aman-aman saja.
Baiklah...apa itu food combining??aku baru belajar nih,baru tahu beberapa hari ini jadi agaknya harap dimaklum jika catatan ini banyak salahnya,aku yakin kalian semua lebih pintar..lebih tau banyak dari pada aku,aku hanya sekedar menuliskan catatan pribadi sebagai penyemangat agar program ini gak kepotong di tengah jalan.
Prinsip dasarnya food combining adalah mengkombinasikan 5 tipe bahan makanan;
*golongan karbohidrat tepung/pati
*golongan karbohidrat sayur dan minyak tumbuhan
*protein (hewani)
*buah
*turunan susu...
Metode ini memfokuskan diri pada pencegahan pembentukan zat racun/toksin apabila lamanya pencernaan terjadi dalam waktu yang tidak wajar
Ada enzim pencernaan yg membutuhkan lingkungan cerna yang bersifat basa,ada pula enzim yang membutuhkan lingkungan cerna bersifat asam.Apabila keduanya terjadi bersamaan akan terjadi penetralan asam basa yang membuat pencernaan terhambat,walaupun masih ditopang oleh sangat sedikit enzim yang mampu bekerja dalam suasana asam basa netral.Bahkan makanan yang terlalu lama tinggal dalam organ pencernaan inilah yang akan membusuk dan menimbulkan toksin/racun.(sumber,Saya pilih sehat dan sembuh.Dr Tan Shot yen)..
Bahasanya terlalu njelimet memang,orang itu yang nulis dokter...pakar kesehatan yang bahasanya susah untuk dicerna untuk seorang ibu rumah tangga macam aku ini..
tapi aku tak khawatir,Di grup Food combining indonesia,segala macam pengetian aturan,juklak,semua dikemas dalam bahasa yang mudah dimengerti,tapi intinya sama saja,sama percis.
apalagi kibulan-kibulan bang erikar lebang di tweeter,yang katanya penuh motivasi dan nyenengin,sayang aku ndak bisa buka tweeter dan follow suhu food combining yg satu ini di tweeternya,soalnya lupa passwordnya hihi alasan..
tapi aku bisa baca-baca di web nya bang EL,buku nya,dan banyak sumber lagi...tenang satu2,habisin dulu buku Dr tan ini..baru nyabang ke sumber lain,maklum aku ini hanya ibu rumah tangga biasa dan seorang penjahit yang pura-pura sibuk,jadi belum ada waktu yang benar-benar banyak untuk melahap semua informasi yahud dari berbagai sumber itu.

Baiklah,lanjut...
» Golongan (1) tidak boleh dimakan berbarengan dengan golongan (3) karena:
 -karbohidrat tepung/pati dicerna sendiri dalam waktu 1-1,5 jam,dimulai dari rongga mulut saat mengunyah.Liur mengeluarkan enzym ptyalin(yang sudah mampu memecah turunan tepung hingga 75 %)
 -sedangkan protein hewan merangsang lambung mengeluarkan asam dan mengaktifkan enzym pencernaan yang bersifat asam untuk dicerna dalam waktu sekitar 4 jam.
 -bila tepung dimakan bersamaan dengan protein hewan,maka "penetralan pencernaan"dan lambung menjadi sangat lambat mengosongkan isinya bisa hingga 8 jam lebih.
 -karbo jenis tepung akan meragi membentuk alkohol bersama protein yang akan membusuk karena pencernaan tidak diteruskan.peristiwa ini akan merangsang pertumbuhan bakteri anaerob yang mencetuskan racun toksin.
 -pencernaan bersifat toksik pun mendorong peningkatan berat badan(pantas badanku ini terus melebar karena selama ini salah kaprah),karena usus halus menyerap lebih banyak dari ang seharusnya (leaky gut syndrome).Sedangkan protein dan karbohidrat tepung sejak dari lambung belum dicerna secara sempurna maka tubuh mengenali zat yang diserap usus halus ini sebagai benda asing(bukan zat gizi yang mestinya diterima).

Butuh beberapa kali baca baru mengerti,hehe lemoooot maklum fikiran terbagi kemana-mana.
Tapi teori-terori itu sudah mampu aku terima sedikit demi sedikit.
sambil belajar,sambil jalan...kalo belajar dulu jalannya belakangan keburu the end aku,ibarat meracuni diri sendiri..

Baiklah,tujuan utamaku menuliskan perjalanan Food combining ini,untuk motivasi dan penyemangat saya sendiri,Agar tetap istiqomah..aku belum berani ngajak teman2 atau bahkan keluarga seperti yang sudah dan sedang teman-teman seperjuangan lakukan,aku ingin menjalani sendiri dulu,biar tenang,biarlah semua tahu dan mengikuti jejakku ketika melihat keberhasilanku mengobati penyakit dengan mengganti pola makan seperti ini.
karena lebih mudah melindungi kedua kaki dengan sandal,ketimbang menyelimuti seluruh muka bumi dengan permadani,berupayalah mengubah dirimu sendiri,bukan orang lain..begitu kalo kata om Anthony de Mello....

Besok...beberapa hal akan aku kembali tulis disini,mudahsmudahan yang suka ngintip blog ini enggak pernah bosan dengan catatanku yang membosankan ini...

Perjalanan Food combiningku :)

Catatan penyemangat bag 1

Apa yang kamu fikirkan ketika melihat angka 289??
Menjerit histeris jika 289 itu artinya tiba-tiba ada 289 ratus juta rupiah direkeningmu,atau membelalakkan mata ketika melihat tiba-tiba ada 289 gram emas di brankasmu,hihi..
atau lari terbirit-birit jika 289 orang ganteng ngejar-ngejar kita wkwk...
tau gak apa yang aku fikirkan ketika melihat angka itu,oo em jiiii..... umurku baru menginjak 26 tahun,belum punya anak,belum punya rumah,belum punya mobil,belum bisa berangkat haji/umroh,belum bisa membahagiakan mamah sama ayah hwa..hwaa...hwaaa... Langsung keringetan,keringet dingin,sekujur tubuh tiba-tiba kesemutan dan yang difikirkan adalah aku belum mau "the end"(ngutip perkataan seseorang hehe).

Emangnya apaan sih...ada apa dengan angka itu?kok sebegitu lebay nya...
Begini,Minggu lalu pak suami sakit,demam dan pusing.Bos nya yang baik hati itu nyuruh berobat di dokter perusahaan,dan meluncurlah kami kesana,mengendarai sebuah matic merah,mendaki gunung lewati lembah,dengan gemetar dan keringetan karena baru pertama kali bawa motor ke luar kota,bonceng orang sakit pula.. :D
Hingga akhirnya sampailah kami di klinik dokter tersebut,biasa lah diruangan dokter di periksa-periksa standar,periksa detak jantung pake stetoskop,sampai saat ini aku penasaran dan pengen nyobain pake stetoskop hihi parah amat ya..,terus timbang-timbang badan,diperiksa tekanan darah dan cek kolesterol,nah ngomong-ngomong soal kolesterol kok tiba-tiba terbersit keinginan untuk periksa juga,pengen tau aja,secara badanku ini udah kayak badak hamil aja hihi...

Itu dokter punya indra ke 6 kali ya,kok tiba2 dia nanya begini pas aku lagi asyiik-asiknya melamun,"kenapa mbak,mau periksa juga?"wow tepat,ajimumpung juga soalnya biaya periksanya ditanggung perusahaan hihi edisi emak-emak pelit.
dengan senyum malu-malu penuh pesona akhirnya aku anggukkan kepala dan bilang iya dengan nyaris berbisik..
Aku liat pak suami hanya geleng-geleng kepala,sambil senyum sinis penuh ledekan..kenapa A?hehe

Bu dokter yang sedikit genit pun akhirnya kembali mengeluarkan sebuah alat yang tadi sempat di pakai suamiku,lalu kusodorkan jari tengahku pada dokter itu,bukaaaaann bukan jari tengah yang berarti f*ck,tapi aku sodorkan untuk ditusuk sedikit menggunakan alat yang namanya lancet,dan cpreeettt...darah segar pun keluar,jika berada di tengah laut darah ini mampu mengundang puluhan hiu,dan jika berada ditengah malam tanpa bawang putih maka darah ini akan menggelitik hidung mr dracula dan dia pun akan segera menjilati leher jenjangku,iiihhh ngacooooooo!!
Darahnya dimasukkan kedalam sebuah stik dan menunggu proses selama 150 detik,waktu yang lumayan untuk sekedar mengetahui hasilnya..

Itulah yang terjadi,angka 289 terpampang dilayar yang mini itu,dan angka normalnya 160-200...dan sejak saat itu aku mulai berfikir macam-macam..bagaimana kalo begini bagaimana kalo begitu atau bahkan "the end".Kalau sudah begitu nyesel deh karena semalam makan malam dengan menu,Nasi liwet gurih,ayam,tempe dan tahu goreng,(bahkan jengkol goreng),sambal lalapan dan ikan asin,Parahnya tuh makanan sebelum dimakan bukannya dijampe-jampein berdoa supaya berkah malah di jepret sana dan jepret sini lalu dengan bangganya di upload di facebook dan dijadika display picture di bbm.Kalau saja mereka yang ber ooohhhh...dan aaaahhhhh komen tu foto di fb tau apa yang aku rasakan sekarang mereka akan tertawa lepasss dan berkata "syukuriiiiiiin" dan aku hanya akan bisa menangis,menangis darah....ya elah apaan sih.
Dan kembali mengingat dosa lainnya,yaitu dua hari sebelumnya,kusantap makanan tradisional,hasil tangkapan sang mama dikolam depan rumah,dia adalah tutut,makanan yang aku suka,makanan yang berkali-kali membuatku mabok dan aku tak pernah jera,hingga ahkirnya terjadilah lonjakan angka itu,
Dan dosa-dosa yang tak terhitung jumlahnya,ngabisin setengah lusin donat yang penuh gula,makan bistik sapi,babat sapi,bakso,seblak ceker,mie ayam,dan serombongan gorengan,balabala gehu dan kawan-kawannya...Kali ini aku tobat..bukan sekedar tobat sambel ato tobat-tobatan,aku ingin sehat,ingin menjadi istri yang sehat,ibu yang sehat,anak yang sehat dan belum mau the end.
Kembali mengingat masa-masa perjuangan menurunkan berat badan...diet,diet dan diet.Diet bukan berarti ngurangin porsi makan supaya menjadi kurus,tapi mengganti pola makan dari yang tidak sehat ke pola makan sehat,itu semua pernah dilakukan beberapa bulan lalu dengan hasil turun berat badan 10kg..badan enteng..tidur nyenyak..jauh dari penyakit,tapi itu dulu,beberapa bulan yang lalu.Sekarang hidupku kacau lagi,kacau karena makanan,Mie instan,makanan cepat saji dkk,semenjak pindah rumah semua berantakan bahkan timbanganpun geser 2 angka ke kanan,dan paling parah munculnya angka 289 itu.
Mataku kembali terbuka,baru terbuka setelah rasa sakit di punggung mulai menggila,lalu mengingat penyakit-penyakit lain yang berkaitan dengan kolesterol tinggi salah satunya serangan jantung..amit-amit.. :(
Tadinya hanya terasa berat-berat dipunggung saja,tapi setelah angka 289 itu terlihat tiba-tiba jadi ngerasa sakit,tekanan darah menjadi rendah dan aku yang terlihat bugar ketika masuk ruangan dokter menjadi aku yang terlihat sedang sakit parah ketika keluar dari ruangan dokter.Aku jadi tak sanggup bawa motor lagi,apalagi perjalanan lebih dari 20 km.Jadinya pak suami yang bawa motor,sebenarnya dari rumah dia yang sakit,pulang ke rumah aku yang parah wkwk.
sepanjang perjalanan,aku berfikir keras,sambil chating di Whatsapp dengan seorang teman,yang konon dia juga kolesterol,dia memberi saran minum produk susu olahan yang katanya bisa menurunkan kolesterol(hei "dia",mudah-mudahan kamu baca ya,dan terimakasih sarannya),aku nurut aja,langsung beli dan langsung minum,tapi si perut gak nerima dan hasilnya aku sembelit hihi..
Bertekad balik lagi aja ke pola makan saya yang dulu,yang dapat panduannya dari salah satu website..efektif tapi ribet,tak apalah yang penting sehat..
tapi niat itu tak pernah terlaksana...niat tinggal niat..bakso mah tetep dimakan,bandel ya..
Hingga akhirnya suatu sore,melipir ke kantor pak suami dan bu bos nya yang baik itu minjemin 2 buah buku..buku wow mataku langsung terbuka lebar.
yang pertama the miracle of enzyme penulisnya Hiromi shinya,MD Guru besar kedokteran Albert Einstein college of Medicine,AS dan Saya Pilih sehat dan sembuh penulisnya Dr tan shot yen,satu kata untuk kedua buku itu..wow
mataku kembali terbuka lebar,saking lebarnya aku melotot,selama ini aku salah....aku menyimpan sampah dalam tubuhku.
Disini,dalam buku ini aku mengenal food combining,dan kebetulan sekali seorang teman seperjuangan memberi saran tentang ini juga,hingga akupun gabung di grup food combining indonesia di fb..lagi-lagi mataku kembali dibuat terbuka lebar,hati kecilkupun berteriak bahwa selama ini aku salah...
Food Combining? apa itu?
penasaran??tunggu postingan besok wkwk udah ngantuk soalnya :D

Selasa, 27 Mei 2014

Ikan Galau

Kita sedang terombang ambing..
ya,kau dan aku...
mengapung diantara dasar laut dan permukaan laut.
tepat ditengah..
kita terlalu takut,
untuk berenang ke permukaan,
ada kapal nelayan yang jaringnya sudah terpasang..
dan kita terlalu pengecut untuk turun kedasar laut..
ada ubur-ubur dan terumbu karang yang tajam..
tidakkah kau takut disini,
karena sesungguhnya aku sedang takut...
serombongan hiu akan mengoyak tubuhmu...
mecabik wajahku...
dan memisahkan jerat cinta yang telah kita sulam..

kalau begitu aku bosan menjadi ikan...
aku ingin mencoba menjadi burung pelikan..
memakanmu,agar kau hanya menjadi milikku saja.

Sabtu, 24 Mei 2014

Titipan rasa untuk dia yang dipanggil 'kakak'

Kak,
Aku enggan melihat dunia jika hanya sendiri tanpamu
tapi kau buta, sengaja membutakan matamu untukku
Kau enggan ketika ku berkata kau berpaling,
nyatanya memang begitu kak,
aku menyaksikan karena aku tidak buta.
kau bilang jengah...
tapi aku membatu dan memilih menyusur senyum yang sedang kau tenun.
sementara, seseorang disana menunggumu..
membuat ukiran disudut bibirnya,
agar kau kembal dan lelah berpaling

Kak,
aku memilih pergi melihat dunia sendiri
meski dikepung ketakutan
meski ditelanjangi matahari
dan diporakporandakan badai
aku takut kak, tapi aku teguh dan memilih pergi. Tanpamu.

pulanglah kak,
ukiran itu disebut senyum
lebih manis dari sebongkah gula batu...
lebih berkilau dari sebutir mutiara.
karena itu milikmu yang mutlak.


Senin, 19 Mei 2014

sejengkal cerita lalu

Kita bercerita yuk?
Atau sekedar napak tilas, mengenang sejengkal demi sejengkal langkah kita.
Ada satu pohon besar dikota garut, tepatnya di jalan(aku lupa nama jalannya) di depannya ada tukang es goyobod, ingat? Ya, disitulah untuk kesekian kalinya kau melamark, untuk kesekian kali nya karena beberapa bulan sebelumnya kau telah menyematkan cincin pertunangan di jari manisku.

Aku tidak pernah bimbang, tapi aku bingung, sebuah kontrak kerja yang telah ku tandatangani berisi "tidak boleh menikah sebelum masa kerja 2 tahun"
kita tak pernah kehabisan akal, kau dan aku memutuskan menikah diam-diam, hanya keluarga, teman dekat dan kerabat yang tahu. Enam tahun yang lalu tepatnya 20 mei 2008. Aku bahagia, meski lelah karena hanya sehari waktu yang kupunya.

Tanggal 19 masih kerja, tanggal 20 menikah di jadwal off dan tanggal 21 pagi kerja kembali.
Merasa paling bahagia sekaligus merasa paling tidak bahagia. beginikah rasanya menikah diam-diam? Gimana dengan yang kawin lari ya? :D

Dua bulan setelah menikah, aku sakit, ingat? Betapa panasnya suhu tubuhku, betapa bertambah kurusnya badanku, betapa lemahnya daya tahan tubuhku, hingga akhirnya aku benar-benar ambruk dan tak sanggup melanjutkan bekerja. Padahal saat itu tanpa kita ketahui telah tertanam buah cinta kita di rahimku.

Akhirnya dua bulan kemudian kita tahu tentang kabar kehamilan ini, keadaanku semakin bertambah parah, menjelang magrib menggigil hebat, badan panas tapi rasanya dingin.

Rumah sakit demi rumah sakit didatangi, dokter demi dokter dikunjungi. Pil demi pil kapsul demi kapsul aku telan tanpa tahu akan berakibat fatal untuk bayi yang sedang aku kandung. Penderitaan belum berakhir, sebuah bisul besar tumbuh di belakang telinga kiri dan batuk yang tak henti-hentinya menyerang siang dan malamku.

Menjelang akhir tahun 2008 kesehatanku sedikit membaik, seiring bertambah besarnya perutku, mungkin morning sicknesnya berakhir pikirku. Tapi batuknya tak pernah berakhir, bisulnya tak pernah kempes, sudah enggan rasanya menelan pil-pil itu.

Aku lupa, entah siapa yang memberi informasi tentang pengobatan tradisional di kota Tasikmalaya, namanya Asep endog. Endog berarti telor, ya, cara mengobatinya memakai media telur. Telapak kaki di urut dengan telur. Sakitnya luar biasa, tapi rasa gatal di tenggorokan seolah sirna, mungkin hanya sugesti saja.

Perjalanan Garut-Tasik, Tasik-Garut ditempuh dengan sepeda motor, dengan medan jalan yang berliku-liku dan bodohnya, tak pernah berfikir panjang tentang keadaan simungil diperutku. Aku egois karena mementingkan diri sendiri, ibu macam apa aku ini.

Tanggal 31 Desember, malam tahun baru, kau dan aku menikmati indahnya kembang api dari balkon kamar kita. Aku yang mulai beser naik turun tangga hanya untuk membuang 'sesuatu' yang memenuhi kantung kemihku. Lalu kembali lagi keatas untuk melanjutkan melihat pesta kembang api dari balkon kamar.

Keesokan harinya, perut kiri bagian bawah mulai terasa seperti dicubit, sakiiiiitttt sekali, gerakan simungil pun semakin aktif. Lalu esoknya lagi rasa sakit mulai menyebar hingga perut kanan bagian bawah dan atas saran bidan aku mulai bedrest.

Keadaan tak pernah bertambah baik, batuk yang sempat ngumpet beberapa hari kini datang lagi, simungil makin agresif dan yang paling menyedihkan adalah keluarnya darah serta lendir bening dari jalan lahir. Sakit yang seperti dicubit pun kini berubah menjadi mulas, seperti hendak "maaf" buang air besar. Aku tau itu pertanda buruk, tiga hari tiga malam menahan sakit yang semakin intens, mulanya 10 menit sekali, hingga sedetik sekali. Pada saat itu kau tetap harus bekerja, sempat kesal dan marah pada atasan berkepala botak yang menuntutmu untuk bekerja sementara istrimu menahan sakit.

Rabu, 7 januari 2009, pagi-pagi mulasnya hilang, ingat game capsule? Itulah yang menemaniku di pembaringan sementara kau bekerja dan mendatangi Rumah bersalin daftar untuk periksa sore. Menjelang tengah hari simulas datang lagi, ditemani dengan si batuk dan denyutan si bisul. Menderita sekali aku saat itu, simungil tetap bergerak aktif dan simulas mulai tak ada jeda nya, aku tetap menguatkan diri dengan capsule, game warna warni yang memaksa aku untuk tetap sadar ditengah rasa sakit. Hingga akhirnya,tanganku tak mampu menopang sebuah ponsel sekalipun, aku terkapar.

Dengan sisa tenaga yang aku punya, aku menelponmu. Pengen nangis ketika kau bilang dokternya belum ada, sedangkan rasa sakit sudah tak kuasa aku tahan lagi. Akhirnya, dengan modal nekad, aku dan mbu berangkat ke RB, menyusulmu. Sungguh saat itu aku hanya ingin si mulas segera reda. Berharap si mulas segera pergi jauh dan berharap simungil baik-baik saja didalam. Dia tetap bergerak aktif selama perjalanan.

Sesampainya di RB, kaget bukan kepalang karena dapet nomor antrian 26 sedangkan saat itu aku sekarat, simungil tetap bergerak aktif dan simulas sama sekali tidak memberi toleransi. Baru terpikir sekarang kenapa tidak langsung saja pergi ke UGD.

Ingat si bidan centil? Ya, yang matanya pakai softlens berwarna biru dan gigi yang dipager biru juga, udah judes, nyebelin pula. Untung saat itu datang bidan yang cantik,baik dan sederhana, dia langsung membawaku ke ruang tindakan dan dengan cekatan dia memasang sarung tangan karet lalu melakukan VT kepadaku. Oemjiiiiii bagian ini bagian yg paling aku benci.

Vt selesai, dengan menyesal bidan cantik mengatakan bahwa sudah terjadi pembukaan dan si mungil akan segera keluar. Aku menangis, si mungil harus keluar di usia kehamilan 24 minggu! Sangat tipis harapan untuk dia bertahan hidup.

Setelah itu aku tak tahu apa yang terjadi, bukan berarti aku tak sadarkan diri, tapi rasa sakit mendominasi pikiranku saat itu, sakit secara fisik aku masih bisa menahan,dan sudah terbiasa dengan hal itu selama berminggu-minggu. Rasa sakit yang sedang ku rasakan adalah sakit di bagian yang sulit untuk dijelaskan, jauh di dalam, dan saat ini pun sakit itu kadang-kadang singgah.

Aku berbaring di sebuah ruangan, bau antiseptik menyeruak melalui rongga hidungku, ruangannya putih, dan aku dikelilingi gadis-gadis berbaju putih, bukan malaikat bukan pula mahluk astral, mereka calon-calon bidan yang sedang kerja praktek di klinik itu. Hanya satu bidan yang kelihatannya sudah senior. Mukanya masam aku ingin mencakarnya ditengah rasa sakit yang mulai menggila :D.

Dahulu saat petang, turun hujan dan petir menyambar,
aku menangis menahan sakit,
aku terluka,tersayat
kau hadir namun aku kehilangan
darahku adalah darahmu
lukaku adalah lukamu
pedihku adalah pedihmu.

kau hadir namun sekejap
harapan yang telah membumbung tinggi
kini hanya berupa serpihan
lalu kau pergi dengan tenang
dan ku bayar dengan butiran air mata.


Kejadiannya begitu cepat, dari sejak aku dibaringkan di ruang tindakan, disuruh berbaring miring, lalu mulai menggigil kedinginan. Rasa dinginnya mengalahkan rasa mulas, dan ternyata sebagian perempuan yang hendak melahirkan memang merasa kedinginan saat proses pembukaan berlangsung.

Dokter pun tiba, diiringi oleh hujan, petir, dan suasana yang mencekam. Ranjang klinik yg terbuat dari besi berderit-derit karena aku yang menggigil. Saking sakitnya, aku berfikir, ini kalo dibawa berlari enak kayaknya,sakitnya ilang kayaknya.

Setelah dilakukan beberapa tindakan, akhirnya ketuban pecah dan dingin pun hilang nyaman rasanya, dan perjuangan sesungguhnya baru akan dimulai. Jadi ingat mama, beginikah rasanya ketika mama mengeluarkanku dari rahimnya? Sangat sakit. Namun sakitku berbeda, ketika sakit yang dirasa sirna maka kesakitan lain akan segera singgah, dan itu kau pun tahu mengapa.

Tepat jam 17.30 sesosok pria mungil lahir dengan sebuah senyuman, dia begitu tampan, meski aku hanya bisa tahu dari ceritamu, dari cerita orang-orang, karena yang kulihat hanyalah telapak kakinya yang begitu merah, entah kenapa kalian semua tak mengizinkan aku melihat malaikat kecil itu. Hingga akhirnya dia pergi, dan takkan mungkin kembali kepadaku.

Huaaa ... berasa udah kepanjangan, nanti-nanti aku lanjutin ceritanya.



Selasa, 06 Mei 2014

acel mau curcol :)

Arti sebuah Dapur

Namaku Acel, aku hanyalah seorang ibu rumah tangga yang suka memasak dan pernah bercita-cita menjadi juru masak. Tapi itu hanyalah cita-cita seorang bocah ingusan yang sering diajak-ajak sang nenek ngerjain proyek katering. Mikirnya,jadi juru masak itu enak, bisa makan sepuasnya, pulangnya bawa masakan banyak dan sebuah amplop berisi lembaran rupiah, uuuggghhh ... untuk seorang anak,  itu adalah sesuatu yang istimewa, sehingga akhirnya cita-cita itu berubah menjadi satu keinginan, keinginan yang besar untuk bisa memasak.

Semula, hanya ngintilin nenek sekedar ikut karena dirumah tidak ada teman, hingga akhirnya sekarang sudah dipercaya memegang beberapa menu masakan dan beberapa kudapan.
Di percaya menjadi asisten nenek, tinggal selangkah lagi untuk menjadi seorang juru masak yang dicita-citakan.

Tapi sayang, saat ini banyak sekali perusahaan katering yang lebih wow, itu sebabnya jarang sekali ada panggilan masak lagi. Masalahnya, memasak selalu menjadi hal yang dinantikan dan dirindukan.  Aku bisa bebas beraksplorasi, berekspresi dan menjadi diri sendiri.  Jauh lebih percaya diri ketika berada di dapur dan memasak.

Bicara soal memasak, pasti tak lepas dari sebuah dapur. Ya, tanpa dapur, kita tidak akan bisa memasak. Pernah suatu ketika ketika virus galau melandaku aku menulis sebuah status di akun jejaring sosialku, tentang keinginan terbesarku memiliki sebuah dapur. Aku ingin membuat kornet lidah sapi kesukaan suamiku di dapur itu. Aku ingin membuat gudeg jogja di dapur itu. Aku ingin membuat brownis kukus dengan taburan almond di dapur itu. Tapi sayang pada saat itu semua tak bisa aku lakukan. Loh, kenapa? Kemana dapurnya?

Bukaaaan, rumah yang ku tempati bukan tidak memiliki sebuah dapur, tapi ya namanya hidup numpang, susah berekspresi. Susah melakukan hal-hal yang menyenangkan di dapur. Hingga akhirnya aku kembali menulis sebuah status,"aku ingin sebuah dapur,dapurku sendiri."

Pernah juga suatu ketika, aku diundang menghadiri syukuran rumah baru tetangga di komplek tempat ku tinggal. Yang namanya syukuran rumah baru gitu, pastinya kita, apalagi ibu-ibu pada kepo kepengen liat isi dari rumahnya, kamarnya ada berapa? Bagaimana kamar mandinya dan tentunya dapur. Sudah, pulang dari sana hanya bisa melamun, membayangkan betapa beruntungnya memiliki sebuah dapur, bukan dapur mewah dengan kitchen set yang serba mahal, tapi sebuah dapur mungil, bersih, nyaman berwarna abu-abu. Melihatnya aku membayangkan memasak pindang tulang iga khas sumatera selatan, atau hanya sekedar membuat pie apel untuk teman nonton tv. Virus-virus galau mulai menyerbuku lagi, semakin galau macam anak abege yang tengah dimabuk cinta. Tapi ya, aku memang sedang dimabuk cinta, kepada sebuah dapur, dapur impianku.

Hingga mungkin my lovely hubby, merasa kasihan dengan keadaan istrinya yang tengah merindukan sebuah dapur, dan disinilah aku sekarang. Lagi ngetik sambil masak didapur, dapurku sendiri, masakan pertama didapur ini hanya ayam goreng dan tahu goreng, tapi ckckck rasanya jauh lebih nikmat dari nasi padang karena dimasak dengan cinta didapur yang penuh cinta.

Sampai saat ini, dapur adalah tempat favoritku, tempat terbaikku, tempat aku mencurahkan segala perasaan, rasaku ada dalam masakan, hihi.

Aku menemukan cinta di dapurku.
Aku menemukan gairah yang terpendam didapurku.
Aku akan terus berkarya dan memasak didapurku.
Nanti kapan-kapan aku share resep masakan terbaikku disini deh.

lagi-lagi

Kalau begitu katakan padaku arti dari sebuah cinta
Tunjukkan padaku wujudnya
Berikan padaku aromanya
Dan biarkan aku mengecap rasanya
Tak perlu aku tahu dari sebuah lagu cinta
atau sebait puisi yang sarat akan makna
Cukup darimu, dari dirimu

Kalau begitu katakan padaku arti dari sebuah ketulusan
Tunjukkan padaku wujudnya
Berikan padaku aromanya
Dan biarkan aku mengecap rasanya
Tak perlu aku tahu dari setangkai mawar tak berduri
Atau seiris brownies yang slalu manis
Cukup darimu, dari dirimu.

lagi... :)


Aku membuka tirai
ku lihat buram dan muram
sisa hujan dan embun membasahi kaca yang menutup jendela kamarku
ku tulis namamu dan ku ukir sebuah senyum diatas kristal yang mendingin
dari sini aku bisa melihat sebuah bintang
dan aku takkan berdusta dengan berkata bahwa bintang itu mewakili dirimu
mengintipku yang terlelap dalam senyap
itu hanyalah bintang!
benda langit yang selalu menjadi kambing hitam
tak ada hal yang bisa menggambarkan dirimu
tak ada hal yang bisa mewakili dirimu
kamu ya tetap kamu
dengan asap rokok biru mu
dengan secangkir sari jeruk kesukaanmu.