CERMIN
Dia berdiri terpaku, menyaksikan bayangannya sendiri, lalu membuka sebuah cepuk berisi sesuatu yang padat dan penuh warna, tangannya yang ceking dan berurat menggenggam kuas kecil dan mulai mengayunkan kuasnya lalu menyapukan kuas itu diatas pipinya yang dicekungkan.
Rambut kecil seperti ulat ia tempelkan di atas kelopak matanya,tepat di tempat bulu matanya yang pendek dan kasar,dan benda itu adalah bulu mata sintetis yang dengan mudah bisa didapat di toko-toko kosmetik.Matanya mengerling genit,kini sandy sudah tidak tampan lagi,karena menjelma menjadi sandy yang cantik dan menor.
Sandy membuka laci lemari,mengambil hairclip sepanjang 60 cm berwarna hitam kebiruan,memasangnya dengan cekatan pada rambutnya,ia kembali mengerling,kembali melihat cermin yang memantulkan sosok cantiknya.
Menyambar korek api,lalu menyulut sebatang rokok yang dikepit mulut monyongnya,gincu yang semerah darah menempel di ujung filter rokok,lalu sandy kembali melirik tajam cermin seolah menghakimi dirinya yang sedang menghirup rokok dalam-dalam.
Kembali ia melanjutkan aktivitasnya,menyemprotkan minyak wangi di setiap jengkal tubuhnya,termasuk di kedua ketiaknya,ketiak yang licin nyaris tanpa bulu.
sepasang stoking memeluk erat kaki sandy,mulai dari telapak,hingga nyaris ke pangkal paha.
Sandy kembali mengerling,melirik bayangannya yang kian menarik..
diraihnya stoking yang lain,dipintal lalu disumpalkan ke dadanya,Sempurna,Sandy semakin cantik dengan dada membusung.
sentuhan akhir ia mengalungkan aksesoris manik beraneka warna di lehernya,memasangkan sepasang anting-anting yang senada dengan kalung.
Sandy kembali mengerling,melihat dirinya sendiri di cermin,merasa bangga akan kecantikan yang terpancar.
Sandy maraih clutch bag hitamnya,lalu mengempitnya,tangan satu nya dengan cekatan memasangkan stilleto hitam di kedua kakinya,
Lagi-lagi sandy mengerling,melihat keseluruhan dirinya di cermin.Bibirnya mengembang,tersenyum puas...
tak ada sisa-sisa kejantanan yang terpancar dalam tubuhnya,Sandy telah berubah sepenuhnya menjadi sandy yang cantik.
Sandy menyiapkan tali tambang di atas ranjang,sebuah kursi plastik dan beberapa lembar surat.
Sandy menghisap rokoknya dalam-dalam lalu menghembuskan gumpalan asap putih beraroma khas tembakau.
Sandy kembali mengerling,melihat pantulan dirinya untuk yang kesekian kali,pipinya bersemu merah,terpancar kebahagiaan dari dalam dirinya.Lalu sandy mulai beraksi,menjelajah malam melawan hawa dingin dengan busana hitam legam.
menjajakan diri entah kepada siapa,
menjual entah apa yang dijual,
Sandy paling cantik diantara puluhan waria lainnya...Sandy adalah primadona dari malam ke malam.
Pantulan suara seirama terdengar merdu,pantulan suara stilleto yang beradu dengan aspal adalah sumber suara itu,suara yang terdengar ketika Sandy berjalan lenggak-lenggok bak bidadari di acara pemilihan ratu sejagat.Tapi dia hanya Sandy,sandy yang cantik.
Dingin perlahan mencekik,Sandy gelisah..bukan karena kali ini belum mendapat satu pelanggan pun.
tapi karena sandy merasa malam ini adalah malam terakhirnya.
Dengan tangan kurusnya ia salami beberapa temannya,bahkan musuh bebuyutannyapun ia salami,
Ia hampiri warung kopi yang biasa dijadikan pangkalan,diberinya beberapa lembar rupiah,"bayar hutang" ujarnya.
mang Anto hanya senyum sumringah,dibalas dengan senyuman sandy yang hampa,lalu dia melihat cermin,dan mulai mengamati gambar dirinya,yang tetap terlihat cantik.Sandy yang cantik.
Keesokan malamnya,sandy absen menjajakan diri di tempat biasa...
besok malamnya lagi,sandy masih tak terlihat di manapun.....
keesokan harinya,pemilik kontrakan histeris melihat sandy tergantung dengan leher terikat tali tambang tepat di atas tempat tidurnya yang lapuk.
Sandy harus dimakamkan malam-malam
seakan tak lagi ada esok hari bagi si mati
seakan tak lagi ada esok bagi keluarga yang ditinggalkan
Pemakaman jadi benderang
seperti pada malam dengan tong setan
tak ada tawa , hanya suara lirih
dan tangis yang ditahan
Pemakaman jadi benderang
seperti sepakat mengantar sandy menghilangkan tubuh
lalu mengekalkan kenangan
disetiap teras
sebelum kopi tersaji dan rokok tersulut..
Sandy telah dimakamkan malam-malam
seakan tak perlu waktu untuk menanggung duka
seakan tak ada kematian diruang tamu beranda dan gang..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar