Dia dipanggil ayah..
Tubuhnya kurus,
tapi senyumnya begitu tulus....
pipinya mulai tirus...
dan jalannya tertatih berusaha tetap dijalan yang lurus...
Dia dipanggil ayah..
rambutnya memutih,
tapi dia tak pernah letih...
meski ku tahu dia ringkih...
karena sesungguhnya bukan orang terlatih...
Dia dipanggil Ayah...
Aku yang memanggilnya,
karena aku mencintainya,
karena darahnya telah mengalir dipembuluh darahku...
kala hentakan jantungku yang pertama..
karena dagingnya telah membungkus belulangku..
kala dentuman jantungku yang pertama...
Dialah ayahku...
Pria tangguh yang tetap teguh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar