Bu,
Hari ini dengan penuh sesal aku sampaikan maafku,
sangka ku,hanya berita dari burung yang lewat di pelataran rumahku..
Entah bu...
Peka ku sebagai wanita tiba-tiba lenyap,
Burung itu terlalu merdu,menyanyikan lantunan syahdu,
Membawakan getaran-getaran pilu,
Semua tentangmu Bu,
Aku tak pernah tahu ,tak pernah melihat,tak pernah mendengar....
Bahkan mengenalmu aku tidak...
Lalu aku telan,aku telan,dan aku telan...
Cerita tentang dera dan nestapa...tentangmu..
Bu,
Tiba-tiba burung itu menghilang...
Dan tiba-tiba,aku merindukan kicauannya...
Aku rela menunggunya,untuk kembali mendengar,selaksa cerita-cerita tentangmu.....
Bu...hari ini aku menangis,tangisku terdengar hingga ke ujung gurun yang hampa...
Aku bertemu dengan burung yang lain,
Suaranya tidak merdu...
Tapi kicauannya sama...itu tentangmu....
Tak ada nestapa yang dia bawa..
Ada jutaan kilau cahaya yang berasal dari matamu,
Ada aroma yang menguar dari tubuhmu...bak kesturi dari ujung negri,
Kau secantik bidadari surga....
Bu,kemarin aku terlalu lupa,
Burung itu membelokkan hatiku...
Dan aku terlalu goyah..
Mengubur naluriku...
Menutup mata dan telingaku..
Terimalah maafku Bu,
Tulus dari dasar hatiku...takkan pudar oleh tersapu angin dan ombak....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar