Kesepian hanya milik mereka yg tidak menikmati pesta
atau datang tanpa teman dan wanita
lampu lampu mabuk
waktu melesat tanpa kantuk.
Kesepian bukan hanya milik mereka yang tidak menikmati pesta
tapi pula milik jiwa yang tak pernah takut akan semesta
mereka lupa apa itu nista
hingga mulutnya berbusa dan raganya sudah tak mempunyai rupa.
Untuk kesekian kalinya aku bergemuruh dipusat bumi
mengulang putaran angin,puting,dan hujan yg kembali asing.
Dunia ini hanya pertemuan dan perpisahan yg rutin
kau bisa menyatukan badan kapan kapan
serupa laut dan perahu,ombak dan pasir
tiba tiba kita memeluk karang
mencium senja terbenam
tertidur dipelukan bulan
lantas...kitapun saling melupakan.
Namun..apakah melupakan menjadi daftar kewajiban yg akan kutuntaskan ..?
Bila malam demi mlm kutikahkan wajah wajah yg buram
garam lautmu, tlah larut di pulau pulau, dipantulan cahaya matahari
Lava gunung gunung,Batu bukit,Akar pepohonan ..
belantara hutan dan semua jalan yg pernah kita tuntaskan ...
Aku menjadi hujan
tak kenal panas
tak peduli musim
turunlah aku menujumu
meski kau tak ingin tahu . . .
(ditulis oleh Shep D'Dharmadi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar