Rabu, 10 September 2014

Antara Siang dan Malam

Kita ada banyak saatnya mengikuti arah,
arah yang semestinya kita sadari,
saling menepis rindu awal ...

Lalu kau bercerita tentang jodoh,
Bahwa jodoh tidak pernah berpihak kepada kita...
Apa mungkin aku terlalu bodoh?
Aahh....aku terlalu lelah,untuk sekedar berkeluh kesah.
Dan..
masih ingatkah akan waktu?
siang dan malam.
Mungkin diantara kita dilahirkan tak sama,
kau adalah siang,
sedang aku adalah malam,sebab siang dan malam tak pernah bersatu tak menyatu.
itulah kita ....

Saat aku bersuka cita dengan taburan bintang,
Tapi kau tengah asyik berkelakar dengan panas matahari...
Saat aku nyaman di pelukan bulan,
Kau bahagia di buaian matahari....
Sudah ku ulurkan tangan menyambutmu,
Tapi kau memilih berlari,menjauh,menyusur pematang bersama kicau burung sore-sore...

Disaat kata-kata terlelap sepanjang jalan trotoar malam,
hanya spanduk yang mungkin menyala,
itupun memantulkan cahaya lampu yang menerangi,
Hanya makna yang bersujud dalam puisiku,
Tuhan...
kabulkanlah aku bersatu dengan nya lagi walau hanya dalam angan
ku sadar diri , akulah malam..
Disaat angka angka hari bertanggalan,
mengelupas waktu dengan kesia siaan usia,
hanya pada lembaran buku yang pasrah.

Siang... jalan kita selalu beriringan
walau ku tau kita tak mungkin bersatu,aku sayang kamu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar